Kasus Kalideres: Adik Ipar Jual Semua Perabotan, Diletakkan di Luar Rumah
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, temuan diawali dari rekam jejak komunikasi salah satu penghuni rumah bernama Budiyanto Gunawan. Budiyanto merupakan ipar dari kepala keluarga penghuni rumah tersebut, Rudyanto Gunawan (71).
Polisi menemukan temuan baru dari kasus kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Temuan itu berdasarkan hasil scientific crime investigation oleh tim digital forensik.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, temuan diawali dari rekam jejak komunikasi salah satu penghuni rumah bernama Budiyanto Gunawan. Budiyanto merupakan ipar dari kepala keluarga penghuni rumah tersebut, Rudyanto Gunawan (71).
Keduanya ditemukan meregang nyawa bersama dua keluarga lain yaitu Renny Margaretha Gunawan (68) Dian Febbyana Apsari Dewi (42). Renny dan Dian merupakan istri dan anak Ridyanto.
"Temuan digital forensik, kita temukan petunjuk bahwa yang bersangkutan kan sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar tapi dari beberapa komunikasinya menjadi petunjuk bagi kami. Siapa yang dihubungi? oh (misal) si A, si A ini siapa?" kata Hengki di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/11).
Selain rekam jejak komunikasi digital, Hengki mengatakan, tim digital forensik juga menemukan fakta adanya upaya penjualan perabotan di dalam rumah tersebut. Pada satu waktu, perabotan terkait sudah sempat diletakkan di depan rumah diduga untuk dijual.
"Dia (Almarhum Budiyanto) menghubungi untuk menjual barang segala macam. Ternyata barang-barang itu sudah disiapkan di luar rumah jadi tinggal ngambil (yang beli)," ujar Hengki.
Jual Mobil
Tindakan Budiyanto diketahui sempat menjual satu mobil yang tercatat sebagai miliknya pada Januari 2022. Mobil tersebut adalah Honda Brio yang dilepas kepada showroom jual-beli kendaraan bekas di Jakarta Barat seharga Rp160 juta pada 20 Januari 2022.
Penjualan mobil dan perabotan rumah memang dilakukan jauh sebelum terjadinya satu keluarga tersebut meninggal dunia. Namun temuan dari rekam jejak digital dipastikan Hengki membawa sejumlah petunjuk dari misteri kematian terkait.
"Jadi ini benar-benar interkolaborasi kita kedepankan scientific crime investigation," Hengki menandasi.
Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono
(mdk/gil)