Kapolda Metro janji tindak pengojek yang aniaya pengendara GO-JEK
Pihaknya juga akan melakukan tindakan persuasif dengan mempertemukan kedua belah pihak.
Konflik fisik antara pengendara ojek pangkalan dengan pengendara GO-JEK kerap terjadi. Belum lama, seorang pengendara GO-JEK dikeplak oleh tukang ojek pangkalan karena menjemput penumpang di wilayah yang diklaim miliknya.
Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, akan menindak tegas setiap pelaku kekerasan yang terjadi akibat dampak persaingan tersebut. Jika terjadi penganiayaan maka itu dinilai masuk ranah hukum.
"Prinsip kita penegakan hukum, jadi siapa yang melakukan penganiayaan pasti akan kita tangkap," kata Tito di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/7).
Di samping langkah penegakan hukum, lanjut Tito, dirinya mengaku akan menerapkan langkah persuasif guna meredam persoalan ini. Rencananya, pihaknya akan mempertemukan antara pengendara Go-JEK dan tukang ojek pangkalan.
"GO-JEK ini kan lebih banyak segmennya ke masyarakat menengah, sementara ojek biasa segmennya kelas bawah. Jadi enggak usah khawatir," pungkasnya.
Seperti diketahui, intimidasi terjadi pada pengemudi Go-Jek wanita bernama Istiqomah, yang terjadi di Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/7) lalu. Namun, setelah dilaporkan ke polisi, persoalan ini akhirnya diselesaikan secara damai.
Baca juga:
Djarot imbau GO-JEK dan pengojek pangkalan tak pakai cara kekerasan
Cerita tukang GO-JEK kecelakaan dikira digebuki ojek pangkalan
Pemukul tukang GO-JEK wanita di Warung Buncit sempat dimasukkan bui
Foto wajah pengemudi wanita Gojek terluka, Gojek diserbu pertanyaan
Dikeplak tukang ojek pangkalan, tukang GO-JEK wanita lapor polisi
Polisi: Tukang GO-JEK wanita yang terluka kecelakaan di Tanah Abang
Kasarnya pengojek pangkalan buat penumpang mulai tak simpati