Jokowi tambah 600 tenaga medis untuk tingkatkan pelayanan KJS
Bahkan, Jokowi memiliki target untuk terus menambah tenaga medis hingga mencapai 1.400 orang.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berencana menambah 600 tenaga medis pada tahun depan. Hal tersebut guna memenuhi pengguna Kartu Jakarta Sehat (KJS) di Rumah Sakit Umum Daerah dan Puskesmas-Puskesmas.
"600 Saja mungkin masih kurang makanya setiap tahun akan terus ditambah," ujar dia di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (20/12).
Bahkan, Jokowi memiliki target untuk terus menambah tenaga medis hingga mencapai 1.400 orang. Penambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan peserta KJS. "Target kita nambah 1.400 tenaga," kata dia.
Topik pilihan: Jokowi | Ahok : jokowi ahok
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan saat ini tenaga medis yang ada di Jakarta mencapai 3.000 orang. Dari jumlah tersebut, ada 1.000 orang yang menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov DKI, sedangkan, 2.000 lainnya berstatus sebagai tenaga medis honorer.
"Untuk rekrutmen tahun depan berasal dari pendaftaran calon pegawai negeri sipil yang sedang berlangsung," kata Dien.
Dien menambahkan, apabila rumah sakit tersebut masih kekurangan maka diperbolehkan untuk merekrut tenaga medis sendiri. Penambahan tersebut karena anggaran untuk BLU Jamkesda DKI Jakarta pada APBD Perubahan 2013 mencapai Rp 1,687 triliun.
Baca juga:
Jokowi-Ahok berhak 'hilangkan' BBM bersubsidi dari Jakarta?
Jokowi: Malam muda mudi tahun ini bertema kebudayaan daerah
Ahok: Majelis Sinode gila, lahan Gereja Immanuel malah dijual
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang jadi kado Tahun Baru 2014
Tetap bahas RAPBD 2014, Jokowi-DPRD dinilai langgar UU dan PP