Jokowi setuju bahasa Inggris dihapus di tingkat SD
"Saya lebih setuju buat SD lebih baik adalah pelajaran bahasa Indonesia atau muatan lokal," ujar Jokowi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendukung penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak Sekolah Dasar. Menurut dia, tingkatan SD harus diutamakan pelajaran Bahasa Indonesia.
"Saya lebih setuju buat SD lebih baik adalah pelajaran bahasa Indonesia atau muatan lokal," ujar Jokowi di Koja, Jakarta Utara, Rabu, (11/12).
Menurut Jokowi, pelajaran bahasa Inggris hanya menjadi mata pelajaran tambahan atau masuk ke dalam ekstrakurikuler. Yang lebih penting untuk anak tingkatan SD adalah pelajaran bahasa Indonesia.
"Saya setuju bahasa Indonesia lebih diutamakan, kalau bahasa Inggris nantinya bisa dilanjutkan bisa dipelajari pada tingkat selanjutnya ditingkatkan SMP," kata dia.
Selain bahasa Inggris, mata pelajaran yang juga dihapus adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Topik pilihan: Jokowi | Ahok
Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto membenarkan penghapusan tiga mata pelajaran tersebut. Menurut Taufik, tiga mata pelajaran itu akan digeser menjadi kegiatan ekstrakurikuler, dan bukan lagi menjadi mata pelajaran utama.
"Jadi nanti tiga bidang studi tersebut sama kedudukannya dengan Pramuka, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan lain-lainnya," kata Taufik.
Baca juga:
Belajar sistem online, Ahok kunjungi PLN
Ahok: Tak mungkin harus bangun tembok Berlin agar warga tertib
Dua rumah sakit ini bangun gedung baru tampung pasien KJS
Air kotor, warga Rusun Marunda terserang gatal-gatal
Ahok biasa panggil Jokowi dengan sebutan Wagiman