Jokowi sebut banjir di jantung Jakarta seperti neraka
Jokowi perintahkan kepada Dinas PU untuk gerak cepat selesaikan masalah banjir.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak ingin banjir kembali terulang di wilayah jantung Ibu Kota seperti Jalan MH Thamrin dan Sudirman. Jokowi ingin Dinas Pekerjaan Umum Jakarta melakukan gerak cepat untuk mengatasi masalah banjir.
"Ya ini sudah berpuluh-puluh tahun masalah banjir belum terselesaikan. Dan itu memang kalau sudah kayak kemarin, sudah betul-betul kayak neraka. Macet total plus stuck total. Dan penyelesaiannya memang perlu waktu. Dan itu menjadi prioritas yang sangat utama," kata Jokowi di depan Gedung Galeri Seni Kunstkring, Menteng, Jakarta, Minggu (23/12) malam.
Jokowi mengatakan, meski sudah dipasang pompa-pompa untuk menyedot air tetapi di wilayah Jakarta Pusat seperti Jalan MH Thamrin tetap terjadi banjir. Jokowi menilai ada yang salah.
"Ya kan inikan fakta di lapangan. Meskipun di taruh pompa-pompa yang banyak di Sudirman dan Thamrin, tapi fakta kemarin kan banjir seperti itu, genangan seperti itu tingginya. Pasti ada yang salah. Sehingga saya suruh cek, pengawasan di lapangan di bawahnya problemnya apa," ujar Jokowi.
Jokowi sudah memerintahkan kepada Dinas PU untuk menyelesaikan persoalan banjir di jantung Ibu Kota. "Ya pengennya dalam minggu depan setelah tahun baru itu diselesaikan. Ya diselesaikan problemnya dong. Atau mungkin gorong-gorongnya, sedimennya sudah tinggi enggak dikeruk ya keruk. Kalau pompanya masih kurang tambah pompa," katanya.
Untuk mengatasi persoalan banjir, Jokowi akan terjun langsung mengawasi penanganan banjir di Jakarta. Jokowi ingin tahun dalam waktu dekat segera diselesaikan.
"Kalau perlu saya mau masuk ke bawah. Saya mau minta dikawal marinir. Karena memang di bawah baru sekali. Apa itu, kita pengen ngerti lapangannya seperti apa. Bawahnya maksud saya. Karena kan titiknya tidak di situ saja. Di HI saja, tapi di dekat Trisakti juga," ujar Jokowi.(mdk/has)