Jokowi sebut ada empat keuntungan rusun punya Green House
Jokowi rela merogoh kocek sendiri untuk memodali Green House.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) menilai adanya Green House memberi dampak positif bagi penghuni rusun. Sebagai percontohan Jokowi membangun Green House di Rusun Marunda, Marunda, Jakarta Utara. Menurut Jokowi , Green House bisa menggerakkan roda pertanian. Saat ini ada 10 petani kota yang telah terdidik, dan mereka adalah warga dari Rusun Marunda. Kelompok tani ini telah menerima pelatihan dari petani hidroponik. Dalam hitungan bulan program Green House sudah menghasilkan uang. Saat panen pertama hasilnya dijual ke pasar tradisional. Hasil dari bercocok tanam ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Tidak hanya di dalam negeri, nantinya Jokowi berharap sayuran dan buahan dapat di jual ke luar negeri. Jokowi mengungkapkan, secara hitung-hitungan perbulan pemasukan dengan bercocok tanam di Green House sekitar Rp 20 hingga Rp 24 juta. Saat ini ada 10 petani yang mengerjakan, maka keuntungan dibagi rata.
Jokowi rela merogoh kocek sendiri untuk memodali Green House. Nantinya, jika terus berkembang dan di bangunan di rusun-rusun lain pembangunan akan memakai dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Jokowi , model bercocok tanam di kota ini membuat produksi sayuran dan buahan meningkat. Untuk awal 10 petani telah menerima pelatihan dari petani hidroponik.
"Ya modalnya sementara ini dari saya, nanti dari APBD. Ini Green House pertama, ini percobaan tapi sangat berhasil, tidak ada tanaman yang dijual, ini hari minggu mau panen, dan (hasilnya) dijual," kata Jokowi .
Berikut keuntungan penghuni rusun jika ada Green House:Negara bisa makmur
"Model-model pertanian kota seperti ini bisa diterapkan di desa dengan lahan yang lebih luas. Negara ini makmur, asalkan pertanian ada sentuhan teknologi, baik varietasnya, baik cara bertanam, tapi harus diajari. Ini aja yang orang kota cepat bisa," ungkapnya.Hasil dijual ke pasar tradisional
"Dua bulan ini baru percobaan, dijualnya di pasar tradisional oleh warga. Kemarin sudah laku Rp 500 ribu. Ini baru satu panen, setiap hari bisa panen," kata Jokowi .Tak perlu impor sayur dan buah
"Justru kita mau ekspor. Enggak ada impor sayur dan buah," kata Jokowi .
Saking optimisnya dengan program ini, Jokowi menggunakan dana pribadinya. Namun ia tidak ingin mengatakan berapa jumlah nominalnya.Petani sebulan dapat Rp 2,4 juta
"Sehingga satu petani mendapatkan Rp 2,4 juta. Kita tanami ada pak-choi, selada hijau, selada merah, sawi, sementara ini, nanti akan diperbanyak, tergantung pasar. Untuk supermarket terong, cabai," kata Jokowi .