Jokowi minta ASEAN siap hadapi MEA 2015
Jokowi mengajak pemimpin se-ASEAN terus menggenjot perekonomian agar bisa bersaing dengan negara maju di dunia.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan pemimpin ibu kota negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN). Pertemuan ini untuk membicarakan persiapan jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MAE) atau ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015 mendatang.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, Masyarakat Ekonomi Asean merupakan salah satu langkah untuk menggenjot perekonomian nasional. Dengan begitu daya saing negara-negara ASEAN bisa diperhitungkan di tingkat dunia.
"Kesempatan ini merupakan langkah besar menuju pasar bebas 2015. Masyarakat Ekonomi Asean dengan arus bebas barang, jasa, investasi dan pekerja ahli akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian nasional dan juga kehidupan seluruh masyarakat ASEAN, entah mereka sadar atau tidak," ujar Jokowi dalam sambutannya di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (18/9).
Jokowi menyayangkan banyak masyarakat yang belum mengerti fungsi dan peranan Negara-negara ASEAN. Meskipun dia sadar masyarakat optimis tentang keberadaan dan peranan sekretariat ASEAN.
"Orang-orang Indonesia juga memiliki pemahaman yang baik tentang peran Indonesia di ASEAN, begitu juga pemahaman tentang pentingnya membangun hubungan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya," jelas dia.
Menurut Jokowi, MAE juga menjadi tantangan tersendiri untuk para pimpinan daerah di ibu kota negara-negara ASEAN dalam memegang peranan penting dalam pasar regional.
"Dengan sumber daya dan potensi untuk inovasi dan kreativitas kota-kota adalah pemegang kendali pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi regional. Akan tetapi, kota-kota juga merupakan tempat masalah-masalah besar terjadi seperti pengangguran, kesenjangan sosial, dan kemiskinan yang terkonsentrasi dan di bawah kondisi pasar yang biasa bisa menjadi lebih buruk," pungkas mantan wali kota Solo ini.(mdk/lia)