Jokowi keluhkan penyerapan anggaran di DKI baru capai 44 persen
Jokowi optimis angka penyerapan akan mencapai 90 persen di Desember nanti.
Gubernur DKI Joko Widodo mengakui penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 masih rendah. Anggaran tersebut baru terserap hampir mencapai 44 persen pada Oktober 2013.
"Sampai sekarang, masih 44 persen. Kita harus lihat lapangan. Di lapangan (SKPD) sudah bekerja tapi uangnya belum cair. (Pencairan dana) biasanya diambil belakangan," ujar dia kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (21/10).
Jokowi menjelaskan beberapa SKPD yang hingga akhir 2013 ini penyerapan anggarannya masih rendah, antara lain Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah, Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum.
Jokowi yakin, adanya berbagai program SKPD itu anggaran dapat terserap pada November dan Desember 2013 mendatang. Salah satu programnya adalah pengadaan bus, penataan trotoar, pembangunan rumah susun dan lainnya.
"Enggak ada masalah. Percaya deh, lihat nanti di bulan Desember, di atas 90 persen," kata dia.
Sementara itu, Penyerapan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dipastikan tidak tercapai target. Alasannya, hingga bulan Oktober 2013 baru mencapai 25 persen dari 97 persen penyerapan anggaran yang diminta Jokowi. "Iya penyerapan anggaran PU saat ini sudah di angka 25 persen," ujar Kepala Dinas PU, Manggas Rudi Siahaan.
Namun, Manggas sangat optimis pencapaian target sebesar 97 persen dapat tercapai. Walaupun, pelaksanaan anggaran tersisa dua bulan lagi. "Optimislah 97 persen. Karena kan ada anggaran perubahan. Jadi anggaran kita berdasarkan anggaran perubahan, memungkinkan pekerjaan-pekerjaan fisik itu," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengaku pihaknya telah menyerap anggaran hingga Oktober mencapai 62 persen. Dia mengklaim penyerapan anggaran Disdik masih lebih baik dari anggaran dinas lainnya.
"Alhamdulillah daya serap Kadisdik masih dalam porsinya lah," pungkas dia.(mdk/lia)