Jokowi berani bersihkan PKL Tanah Abang karena orang bertato
"Waktu membersihkan Tanah Abang saja sama Polda enggak boleh," ungkap Jokowi.
Ada rahasia di balik suksesnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) membersihkan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Cerita bermula dari larangan Polda Metro kepada sang gubernur untuk tidak mendekat sementara ke Tanah Abang.
Alasannya, masyarakat di Tanah Abang masih sensitif dan emosi soal rencana pembersihan PKL Tanah Abang.
"Waktu membersihkan Tanah Abang saja sama Polda enggak boleh. Katanya jangan masih panas ke lapangan. Hari kedua enggak boleh. Udahlah saya berangkat saja," ungkap Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Wahid Institute, Jakarta, Kamis (26/9).
Meski sempat khawatir dan takut, tak disangka Jokowi malah mendapat respons yang berkebalikan.
"Begitu turun dari mobil di Tanah Abang yang nyalamin saya orang bertato-tato. Katanya panas tapi ini kok disalamin kalau gitu pasti setuju dibersihin," lanjut dia lagi.
Akhirnya respons positif tersebut membuat Jokowi berani membersihkan PKL Tanah Abang. Bahkan lebih cepat pembersihannya dari target. Jika ditargetkan rampung 7 bulan, Tanah Abang justru bersih dalam waktu 1,5 bulan.(mdk/ren)