Jessica bantah bunuh Mirna, polisi bilang ini soal temuan fakta
90 persen pelaku kasus peracunan tak mau ngaku.
Jessica Kumala Wongso menegaskan ke sejumlah media televisi bahwa bukan dirinya pelaku pembunuh Wayan Mirna Salihin. Sahabat karib Mirna semasa kuliah di Australia ini acap kali menjelaskan berulang-ulang kronologi versinya sebelum temannya itu tewas.
Pernyataan Jessica sontak saja membuat awak media maupun masyarakat ingin mendapatkan tanggapan dari pihak Kepolisian, pasalnya selama kasus ini bergulir penyidik seolah-olah berhati-hati dalam membuat pernyataan kepada publik.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti seolah tak mau anggap pusing.
"Ini bukan soal tantang menantang atau bantah membantah, Ini soal menemukan fakta," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/1).
Krishna mengungkapkan, apapun bantahan yang diucapkan oleh Jessica secara live di sejumlah stasiun televisi silakan saja.
"Apapun keterangannya silakan. Kami tidak ingin mengiyakan atau menidakkan. Ini penyidikan masih berlangsung dan tak ada soal bantah-bantahan," paparnya.
"Polda (Metro) kan barometer, kasus ini menjadi sorotan publik. Apalagi ketika ada penetapan tersangka akan menjadi perhatian lebih. Kasus ini punya banyak bukti mati seperti kopi, tempat kejadian perkara (TKP), dan CCTV," tambahnya.
Supaya bukti mati itu berbicara, Krishna memaparkan, perlu analisa, perlu kesaksian keterangan ahli, perlu proses, waktu, buat berita acara dan lain sebagainya.
"Kita kumpulkan semua keterangan ahli. Karena 90 persen pelaku kasus peracunan tak mau ngaku. Untuk kasus ini harus ada penyesuaian satu petunjuk dan yang lain, kecocokan dengan keterangan ahli harus ada. Tak bisa tebak-tebakan. Kita tak bicara logika publik, kami lakukan penyelidikan scientific investigation dan ada kaidah hukum," jelasnya.
"Saya sebagai Direskrimum tak bisa beri statement pendapat pribadi, harus ngomong berdasarkan hasil gelar perkara. Sampai saat ini tak bisa beri keterangan. Tapi intinya kami punya cara untuk tangkap orang. Tak usah khawatir," tutupnya.
(mdk/rhm)