Jelang 17 Agustus, Pedagang Pohon Panjat Pinang Sepi Pembeli
Untuk satu batang pohon panjat pinang dipatok Rp 1 juta. Namun, jika konsumen minta diantar langsung ke alamat harganya mengalami kenaikan sebesar Rp 500 ribu.
Jual beli pohon panjat pinang di kalangan pedagang Kebon Pala, Jakarta Timur jelang Dirgahayu Republik Indonesia (RI) masih sepi pembeli.
Lis (50), salah seorang pedagang pohon panjat pinang di daerah Kebon Pala Jakarta Timur mengaku, menjelang ulang tahun ke-74 RI hanya ada delapan batang pohon panjat pinang yang siap dijual kepada konsumen.
Untuk satu batang pohon panjat pinang dipatok Rpjuta. Namun, jika konsumen minta diantar langsung ke alamat harganya mengalami kenaikan sebesar Rp500 ribu.
"Kalau kita antar ke alamat harganya Rp1,5 juta ditambah ongkos kirim sebesar Rp500 ribu," kata Lis seperti dilansir dari Antara, Jumat (9/8).
Selain itu, dia juga menyediakan jasa pemasangan pohon panjat pinang disertai pelumas atau oli dengan tarif sebesar Rp3,5 juta.
Pada 2018, Lis bersama suaminya yang sudah berjualan selama 10 tahun terakhir hanya mampu menjual lima batang pohon panjat pinang. Namun, tahun ini persediaannya ditambah.
Terkait bahan baku langsung dipasok dari daerah Sukabumi, Jawa Barat seharga Rp250 ribu per batang dengan panjang mencapai 11 meter.
Terkait pembeli, ujar dia, biasanya datang dari kalangan perkantoran seperti kelurahan, RT/RW, komunitas hingga masyarakat biasa.
Baca juga:
Aksi Bersih-Bersih Sungai Menyambut Hari Kemerdekaan
Jelang HUT ke-74 RI, Penjual Batang Pinang Mulai Ramai
Melihat Persiapan Konservasi Patung Proklamator dan Tugu Proklamasi
Produsen Bendera Merah Putih Kebanjiran Order
14 Hingga 25 Agustus, 321 Mal Seluruh Indonesia Sebar Diskon Hingga 74 Persen
Jokowi Gelar Wayang Kulit di Istana, Didi Kempot hingga Endah Laras akan Hibur Warga
Lomba Tarik Tambang dan Balap Kelereng PNS Pecahkan Rekor MURI