Jalan Muhammad Al Fatih di Jakarta Dinilai Lebih Diterima daripada Kemal Ataturk
Fadli menilai nama Jalan Muhammad al Fatih atau Sultan Mehmet II, akan lebih diterima mayoritas masyarakat Indonesia.
Pemerintah berencana mengganti nama sebuah ruas jalan di DKI Jakarta dengan Mustafa Kemal Ataturk. Hal ini merupakan bentuk penguatan hubungan dan tata krama diplomatik antar kedua negara. Sebelumnya, Turki telah merestui jalan bernama Achmad Soekarno di depan KBRI Ankara.
Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon mengapresiasi penamaan jalan Achmad Soekarno. Menurutnya ini langkah yang bagus untuk meningkatkan hubungan diplomatik Indonesia-Turki.
Namun Fadli menilai sebagai timbal balik, Mustafa Kemal Ataturk yang sekuler kurang cocok menjadi nama jalan di Jakarta. "Figur ini tak hanya kontroversi di Turki, tapi juga di Indonesia," kata Fadli, Selasa (19/10).
Fadli menilai nama Jalan Muhammad al Fatih atau Sultan Mehmet II, akan lebih diterima mayoritas masyarakat Indonesia. Sultan Al Fatih adalah penakluk Konstantinopel tahun 1453 pada usia 21 tahun. Banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui sejarah salah satu penakluk terbesar tersebut.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pemberian nama jalan dengan tokoh Turki merupakan bentuk kerjasama kedua negara. Rencananya salah satu jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat akan diganti dengan nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk.
"Penamaan jalan itu kan bagian kerja sama antar negara antara pemerintah jadi itu kerjasama antara Indonesia dan pemerintah Turki. Kita juga saling membantu, saling menghormati," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (18/10).
Riza menyatakan kantor KBRI di Turki telah diganti dengan nama Presiden Soekarno. Kata dia, penamaan jalan dengan tokoh Turki telah diusulkan.
"Kebetulan nama yang diusulkan dari mereka ya Ataturk. Ya kita saling menghormati menghargai antar negara," ucapnya.
Baca juga:
Tanggapan MUI Soal Wacana Mustafa Kemal Attaturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Sejarawan soal Mustafa Kemal Ataturk Jadi Nama Jalan di Menteng: Tokoh Kontroversial
Pemerintah Ingin Jadikan Mustafa Kemal Ataturk Sebagai Nama Jalan di Jakarta
Dubes RI: Pemberian Nama Jalan di Jakarta Bagian dari Praktik Tata Krama Diplomatik