LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Jakarta darurat banjir, apa kabar proyek terowongan air di DKI?

Sebab selain berfungsi sebagai pengendali banjir dan jalan tol, JIT juga bisa membantu menyediakan bahan baku air minum dan menggerakkan turbin listrik dengan kapasitas 300-600 Megawatt.

2018-02-07 09:39:05
Banjir Jakarta
Advertisement

Puncak musim hujan menjadi momok tersendiri buat warga Jakarta. Sebab biasanya, ketika curah hujan meningkat maka Jakarta akan mendapat limpahan air dari Bogor menyebabkan sejumlah wilayah kebanjiran.

Akhir pekan lalu, hujan tak henti mengguyur kawasan Puncak, Bogor. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air di Pintu Air Katulampa juga naik drastis. Jakarta terpaksa terkena imbasnya.

Hunian warga teredam. Ruas jalan tergenang. Ragam upaya menanggulangi banjir Jakarta diklaim terus dikerjakan pemerintah daerah. Namun kenyataannya, ketika musim hujan tiba, banjir tetap singgah.

Advertisement

Selain normalisasi kali, salah satu solusi penanganan banjir yang tengah dimatangkan Pemprov DKI Jakarta adalah membangun terowongan air terpadu di perut Jakarta atau dikenal dengan Jakarta Integreted Tunnel (JIT). Sudah terdengar sejak pertengahan Mei 2014 silam, namun hingga kini belum juga dieksekusi.

Bagaimana kabar proyek yang bisa juga dimanfaatkan sebagai jalan tol ini?

Sebagai pelaksana proyek, PT Antaredja Mulia Jaya mengaku proyek ini sudah siap jalankan. Hanya saja, masih menunggu payung hukum sebagai landasan.

Advertisement

"Prinsipnya dari kita sudah siap, sudah ada kontrak dengan kontraktor China, kontrak dengan fundingnya, jadinya sekarang tinggal menunggu payung hukumnya saja. Saya dengar DKI akan bikin Pergub tentang tentang Public Praviate Partnership dan katanya tinggal tunggu rapat pimpinan," kata Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono, saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (7/2).

Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya telah bertemu beberapa kali dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan melakukan audiensi dengan Gubernur Anies Baswedan. Dalam pertemuan itu, turut dilaporkan mengenai hasil studi kelayakan, investor, funding terkait proyek senilai Rp 40 triliun ini.

"Sedangkan untuk Amdalnya lagi berproses. Saya rasa untuk Amdal tidak terlalu sulit tinggal ubah metode dari sebelumnya layang menjadi tunnel," jelas dia.

"Jadi secara kajian sudah matang, sudah dapat legal dari Kemen PU, SK menteri, rekomenadi teknis, sudah selesai," sambungnya.

Wibisono yakin sekali proyek ini akan mengurangi dampak banjir di Jakarta sampai 100 persen. Dia juga memastikan, meskipun terus terjadi penurunan permukaan tanah di Jakarta, proyek ini tetap aman.

"Tunnel ini ada dua ruas. Pertama Balai Kambing ke Mamggarai yang mem-bypass Sungai Cibinong. Kedua Ulujami - Tanah Abang yang akan mem-bypass Sungai Pesanggarahan. Kalau dua sungai itu kita atasi kemungkinain Jakarta tidak banjir lagi, 100 persen gak banjir, utamanya wilayah bantaran wilayah," klaimnya.

Panjang terowongan ini mencapai 12 kilometer dengan panjang jalan 9 kilometer. Terowongan berdiameter mencapai 12 meter, nantinya akan ditanam di kedalaman 15 meter dari permukaan jalan raya dengan masa pengerjaan lebih kurang tiga tahun.

Diyakini Wibisono, proyek ini akan lebih canggih dari yang dimiliki Malaysia. Sebab selain berfungsi sebagai pengendali banjir dan jalan tol, JIT juga bisa membantu menyediakan bahan baku air minum dan menggerakkan turbin listrik dengan kapasitas 300-600 Megawatt.

"Dan ini nanti bisa kita jual ke masyarakat dengan harga lebih murah," jelas Wibi.

Dia menambahkan, selama proses pengerjaan tidak akan mengganggu permukaan jalan yang dipakai melintas kendaraan. Termasuk, dalam pengerjaan proyek ini juga tidak akan ada proses pembebasan lahan yang selama ini selalu menjadi kendala pemerintah.

"Enggak ada, paling kalau ada di ujung-ujungnya saja. Sebelebihnya tidak perlu dan ini aman," tegas Wibisono.

Baca juga:
Cerita warga Kebon Pala bertahan di rumah tanpa listrik & air bersih saat banjir
Tinjau banjir Kebun Pala, Anies sebut aliran air di Ciliwung sudah menurun
Pengungsi banjir di Kebon Pala mulai gatal, flu dan hipotermia
Penanganan pascabanjir, Anies ingin ada operasi karbol
Meratapi Kampung Pulo masih menjadi langganan banjir

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.