LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

ITF Sunter Terganjal Masalah Administrasi

Hingga saat ini, pembangunan unit pengolahan sampah ITF Sunter baru mencapai tahapan pengujian tanah atau setara 2 persen dari keseluruhan proses pembangunan.

2019-08-02 08:31:00
Kisruh Kelola Sampah
Advertisement

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengungkapkan proses administrasi menjadi alasan utama yang membuat pembangunan pusat pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter sempat tertunda.

Hingga saat ini, pembangunan unit pengolahan sampah ITF Sunter baru mencapai tahapan pengujian tanah atau setara 2 persen dari keseluruhan proses pembangunan.

"Proses administrasi mengurus 'tipping fee' itu yang lama, belum negosiasi dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) mau tidak mau itu yang memperlambat pembangunan ITF," kata Kepala Unit Pengolahan Sampah Terpadu Asep Kuswantoro seperti dilansir dari Antara, Jumat (2/8).

Advertisement

Meski demikian, dia optimis, jika permasalahan administrasi terselesaikan pembangunan ITF Sunter serta tiga ITF lainnya akan dapat diselesaikan pada 2022.

"Sekarang proses administrasinya sudah 80 persen, tinggal tunggu besaran angka 'tipping fee' dan nilai jual listrik atau PJBL diharapkan September kelar selanjutnya akan cepat," ujarnya.

Tipping fee merupakan biaya yang dikeluarkan sebagai anggaran pemerintah kepada investor ITF Sunter.

Advertisement

Sementara itu, PT Jakarta Propertindo menargetkan pembangunan konstruksi pada fasilitas pengolahan sampah penghasil listrik ITF Sunter mencapai kemajuan hingga 20 persen di akhir tahun ini.

"Juli ini kami baru dapat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) konstruksi, sekarang sedang di tahap soil test investigation, dan akan berlanjut ke tahap pile loading test," kata Sekretaris Korporat PT Jakarta Propertindo Hani Sumarno.

Secara singkat kedua tahapan tersebut dilakukan untuk mengetahui kestabilan tanah dan kekuatan beban pondasi bangunan. PT Jakarta Propertindo memercayakan proses soil test investigation di ITF Sunter saat ini kepada PT Wika Konstruksi.

"Nanti untuk proses selanjutnya, bisa jadi beda lagi kontraktornya. Pokoknya disesuaikan dengan kebutuhan pengerjaan," kata Hani.

Hani menjelaskan masih banyak yang harus diselesaikan untuk mempercepat pembangunan terutama administrasi dengan beberapa kementerian seperti Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Kementerian Lingkungan Hidup, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Jika pembangunan ITF Sunter sudah rampung, sebanyak 2.200- 2.300 ton sampah di Jakarta dapat diolah di pembangkit listrik tenaga sampah itu dan menghasilkan sebesar 35 megawatt perharinya.

ITF merupakan proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai alternatif pengolahan sampah di dalam kota yang dapat memproduksi sampah menjadi energi listrik menggunakan mesin insinerator.

Satu fasilitas ITF diproyeksikan dapat mengolah sebanyak 2200- 2300 ton sampah per hari dan mengubahnya menjadi daya listrik sebesar 35 megawatt yang diharapkan dapat menjadi alternatif permasalahan sampah di Ibu Kota.

Baca juga:
Selain Jakarta, Ini Deretan Kota di Indonesia yang 'Tertimbun' Sampah
DKI Menolak Pengelolaan Sampah Jakarta Dibandingkan dengan Surabaya
Gunakan Alat Berat, Petugas Mulai Keruk Sampah Kali Bahagia Bekasi
Selesaikan Masalah Sampah Jakarta, DPRD Sarankan Pemprov DKI Sering ke Bantargebang
Anies Baswedan vs Bestari Barus Soal Sampah, Sampai Bawa Nama Tri Rismaharini
Bantah Serang Anies soal Sampah, Bestari Ingatkan Proyek ITF & Pengelolaan Asing

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.