Isu pemimpin Islam dan non-Islam masih laku di Pilgub DKI 2017?
Isu SARA selalu menjadi salah satu pembahasan yang memanas jelang pilkada DKI.
Meski masih satu tahun lagi, tensi politik pemilihan calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 mendatang semakin memanas. Berbagai macam isu pun sudah mulai diluncurkan oleh para kandidat cagub DKI untuk merebut hati warga DKI.
Di media sosial, isu soal pemimpin non muslim kembali menjadi pembahasan. Bagi kubu anti Ahok, isu ini digunakan untuk mengingatkan para pemilih terutama dari kalangan umat Islam agar mengutamakan memilih pemimpin yang seagama.
Status Ahok yang seorang Kristiani dengan etnis Tionghoa pun kembali diungkit-ungkit. Namun benarkah menggunakan isu SARA masih laku di Pilgub DKI 2017 mendatang?
Pakar politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyebutkan isu SARA diprediksi akan digunakan untuk menyerang siapapun calonnya dalam Pilgub DKI 2017.
"Itu memang masih, walaupun masih tipis dibanding pada pertama kali, nanti pesaingnya bisa mengutak-atik soal isu tersebut," ucapnya ketika dihubungi merdeka.com, Minggu (13/2) malam.
Walau isu itu tetap akan menjadi bahasan di kalangan pemilih, Siti menilai, para pemilih di Jakarta tidak akan mudah terpengaruh.
"Sepertinya masyarakat nanti akan melihat sikap pemimpin, bukan agama atau ras. Yang akan dilihat nanti adalah sosok yang bisa memimpin warganya yang keras tetapi santun," bebernya.
"Isu tersebut akan disisipi nanti ditambah, contoh Ahok yang memiliki sikap arogan dan dirinya kan petahana yang sikapnya selalu dilihat orang. Jadi bukan masalah agama saja nanti yang dilihat," jelasnya.
Siti menilai, berbeda dengan Pilgub 2012 lalu saat Ahok hanya menjadi cawagub, serangan terhadap Ahok sebagai cagub incumbent di Pilgub 2017 akan sangat masif dari para penantangnya.
"Kan Ahok sekarang bukan cawagub tapi calon DKI 1 apalagi dia petahana jadi ya seharusnya dia bisa jaga sikap. Kan mana kita tahu orang yang ingin bersaing bisa menyerang dari sikapnya dan berujung ke isu SARA seperti agama atau etnis," tandasnya.
Baca juga:
Sesumbar wanita emas remehkan Ahok di Pilgub DKI
Membandingkan visi misi Ahok dan penantangnya atasi macet di Jakarta
Ahok senang Yusril punya wacana gubernur dan DPRD di DKI dihapus
PDIP masih buka peluang, Demokrat tolak mentah-mentah dukung Ahok
Cagub DKI ini sebut peserta lomba KFC tewas karena materialistis
Gara-gara Ahok, Andi Arief dan Goenawan Mohammad saling menghardik