Iri dengan GO-JEK, tukang becak bikin surat terbuka buat presiden
Surat terbuka tersebut beredar luas di jejaring media sosial.
Sikap keras Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk melarang operasi becak di Jakarta menuai kontroversi. Sejumlah sopir becak menolak ide tersebut, mereka tak mau mata pencahariannya hilang karena tidak boleh lagi beroperasi.
Sayang, protes para tukang becak tidak mendapatkan respon dari gubernur yang kerap disapa Ahok itu. Dia tetap pada pendiriannya dan menuding mereka tidak tertib terhadap aturan Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Merasa suaranya tidak didengar, salah satu tukang becak mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Surat terbuka tersebut beredar luas di jejaring media sosial.
Rasdulah, mengaku iri dengan GO-JEK yang masih diperbolehkan beroperasi. Padahal, moda transportasi motor berbasis online tersebut sempat dilarang oleh Menteri Perhubungan Ignatius Jonan. Dia merasa ada kesamaan nasib yang dialami GO-JEK dengan tukang becak.
Lelaki yang sudah beroperasi sebagai tukang becak sejak 2001 ini membantah melanggar aturan Pemprov. Dia mengaku hanya mengayuh becak miliknya di pasar dan lorong-lorong sempit, bukan jalan raya.
Gara-gara ancaman Ahok yang dapat berimbas pada pencahariannya, dia berharap mendapatkan perlindungan dari Jokowi. Sebagai warga miskin, dia hanya meminta untuk tidak dipinggirkan.
Ini surat Rasdulah untuk Jokowi:
surat tukang becak ©2016 facebook.com/Marco Kusumawijaya