Integrasi dengan Transjakarta, Kopaja harus pakai uang elektronik
"Penumpang cukup bayar Rp 7 ribu-Rp 10 ribu untuk satu hari, tapi dia bisa naik bus berkali-kali," kata Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, jika integrasi dengan PT Transjakarta sudah berjalan, pihak Kopaja diwajibkan untuk transaksi menggunakan uang elektronik (e-money). Dengan begitu, para penumpang cukup membayar sejumlah tarif dengan harga tertentu untuk beberapa kali perjalanan selama 24 jam.
"Saya juga minta ada tiket harian, bukan single trip kayak kereta. Penumpang cukup bayar Rp 7 ribu-Rp 10 ribu untuk satu hari, tapi dia bisa naik bus berkali-kali. Jangan tiap naik bus bayar Rp 3.500, bisa bayar berapa kali kalau gitu? Capek juga kan bayarnya," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/6).
Selain itu, Ahok juga berencana membuat tiket mingguan dan bulanan, yang diharapkan akan membantu masyarakat kelas bawah dan menggerakkan perekonomian, sehingga sistem transportasi ibu kota diharapkan semakin mapan.
"Nanti juga akan ada tiket mingguan. Jadi jika selama seminggu Anda mau jungkir balik naik bus, silakan. Terus juga ada tiket bulanan. Misalkan bulanan Rp 250 ribu atau Rp 200 ribu, Anda beli tiket selama sebulan, itu Anda bebas naik. Mau naik turun berapa kali, bebas," ujar Ahok.
"Ini akan menolong stimulus ekonomi rakyat. Jadi pedagang asongan atau pegawai yang biasa bolak-balik akan murah," pungkasnya.
Diketahui, pihak Kopaja hari ini telah menemui Ahok guna membahas integrasi angkutan umum antara Kopaja dengan Transjakarta. Nantinya, dengan integrasi ini Kopaja akan menerapkan sistem rupiah per kilo meter, dengan realisasi kerjasama yang rencananya akan dimulai bulan Juli mendatang.
Baca juga:
Gabung dengan Transjakarta, ini dia Kopaja AC dengan logo & cat baru
Marak kecelakaan di jalur Transjakarta, polisi klaim telah berjaga
Kopaja siap bergabung dengan layanan Transjakarta
Ahok: 3 Kali Transjakarta kecelakaan, kontrak operator bus dicabut
Reaksi marah Ahok hadapi Transjakarta bobrok berulangkali tabrakan