Ini perbedaan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar dengan RPTRA
Program RTH yang digagas Anies akan berganti menjadi Taman Maju Bersama dan Taman Pintar. Anies mengatakan, ada beberapa perbedaan antara RPTRA dan Taman Maju Bersama.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan meneruskan program Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) untuk lima tahun ke depan.
Program RTH yang digagas Anies akan berganti menjadi Taman Maju Bersama dan Taman Pintar. Anies mengatakan, ada beberapa perbedaan antara RPTRA dan Taman Maju Bersama.
"Kita menginginkan agar semua yang disebut sebagai taman itu orientasinya park bukan garden. Jadi harapannya akan bisa meningkatkan interaksi antar warga," kata Anies di Gedung DPRD DKI, Selasa (3/4).
Pengelolaan Taman Maju Bersama, kata Anies, akan dilakukan warga sekitar untuk meningkatkan interaksi warga. Hal ini berbeda dengan RPTRA yang tak dikelola oleh warga.
"pengelolaannya secara langsung bersama dengan warga sekitar. Pemanfaatannya pun disesuaikan dengan aspirasi yang warga sekitar. Jadi bukan sesuatu yang sifatnya seragam di semua tempat, bervariasi dan sesuai kebutuhannya. Yang diunggulkan dan ditonjolkan adalah interaksinya," beber Anies
Pada sidang paripurna DPRD, Anies menyebut RTH juga memiliki fungsi sosial sebagai ruang publik ramah anak.
"Selain fungsi ekologis, RTH juga berfungsi sosial sebagai ruang publik di mana warga kota sebagai tempat bermain ramah anak, perpustakaan, berolahraga dan bersosialisasi. Karena itu, Pemprov DKI akan mengembangkan taman maju bersama dan taman pintar," jelas Anies.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, RPTRA banyak dikeluhkan karena pengelolaannya tidak melibatkan warga.
"Kemarin itu pengelolaan RPTRA banyak dikeluhkan karena enggak memberikan kesempatan partisipasi dan pengelolaan kepada elemen masyarakat," ujar Sandiaga.
Atas dasar itulah, lanjut Sandiaga, Pemprov DKI membuat Taman Maju Bersama melibatkan warga sekitar.
"Taman Maju Bersama ini konsepnya partisipatif kolaboratif dari bawah diberikan kesempatan untuk masyarakat berperan aktif mengelola taman tersebut dengan kegiatan budaya, kegiatan edukatif," ucapnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rzk)