LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ini penjelasan keluarga soal meninggalnya satpam Rumah Lembang

Ini penjelasan keluarga soal meninggalnya satpam Rumah Lembang. Jefry Sumba, kakak ipar Gerard meluruskan, saudaranya tersebut meninggal saat hendak menonton televisi di rumahnya kawasan Taman Mini, Jakarta Timur.

2017-05-09 20:54:35
Jakarta
Advertisement

Sekuriti rumah pemenangan Ahok-Djarot, Gerard Umbu Samapati (43) menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (9/5), sekitar Pukul 11.00 WIB pagi tadi. Gerard sempat dikabarkan meninggal usai menonton televisi dengar Ahok divonis 2 tahun penjara karena kasus penistaan agama.

Namun kabar tersebut tegas dibantah oleh pihak keluarga almarhum. Jefry Sumba, kakak ipar Gerard meluruskan, saudaranya tersebut meninggal saat hendak menonton televisi di rumahnya kawasan Taman Mini, Jakarta Timur.

"Awalnya almarhum beli remote, karena remote TV rusak, waktu mau nyobain remote, tiba-tiba almarhum jatuh," kata Jefry di rumah duka, Selasa (9/5).

Jefry menegaskan sekali lagi, Gerard meninggal bukan karena meninggal usai mendengar sidang vonis Ahok. "Tidak ada kaitannya dengan vonis Pak Ahok," kata dia.

Sidang vonis Ahok ©Isra Triansyah/POOL/Sindonews.com



Sementara itu, Kepala Keamanan Rumah Lembang, Umar Fahmi meluruskan pernyataan sebelumnya yang mengatakan Gerard meninggal usai dengar vonis Ahok. Menurut dia, almarhum memang sudah lama mengidap penyakit gula. Terlebih lagi, selama ini Gerard berkerja tanpa mengenal waktu.

"Kecapekan sepertinya," kata Umar.

Saat ini jenazah masih berada di rumah duka, sedang dilakukan upacara sebelum pemakaman. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke kampung halaman di Sumba Barat, NTT pada Pukul 01.00 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Gerard Umbu Samapati (43), petugas keamanan Rumah Pemenangan Ahok- Djarot alias Rumah Lembang, meninggal dunia sesaat setelah mendengar vonis hakim terhadap Ahok melalui televisi.

Umar, rekan Almarhum sesama sekuriti Rumah Lembang, mengatakan almarhum meninggal dunia karena kaget mendengar Ahok divonis bersalah dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh majelis hakim.

"Benar (meninggal dunia). Kaget dengar putusan hakim soal Ahok," katanya kepada merdeka.com, Selasa (9/5).

Saat kejadian, Almarhum tengah menyaksikan sidang Ahok melalui televisi di rumahnya di Jl Taman Mini 1, Bambu Apus, Jakarta Timur yang berada di samping Polsek Cipayung.

"Sekarang masih di rumah duka di rumah duka di Bambu Apus nanti malam baru terbangkan pakai pesawat ke kampung," katanya.

Menurutnya, sejumlah perwakilan dari Timses Ahok-Djarot telah melayat ke rumah duka. Pihak keluarga menduga Almarhum terkena serangan jantung.

"Almarhum meninggalkan tujuh orang anak," katanya.

Advertisement

Baca juga:
Dubes Inggris masih yakin Ahok tidak anti-Islam
Orasi di Cipinang, Anton Medan ingin penahanan Ahok ditangguhkan
Karangan bunga untuk Ahok berdatangan di Rutan Cipinang
Aksi lilin untuk Ahok di Rutan Cipinang
Unjuk rasa tuntut Ahok dibebaskan terus berlangsung
Dengar vonis Ahok, sekuriti Rumah Lembang meninggal dunia
Pendukung Ahok soraki Kapolres & bakar kotak nasi di Rutan Cipinang

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.