Ini kondisi Monas setelah dipakai pesta rakyat 3 hari
Dari pintu parkir hingga masuk dan mendekati Tugu Monas, juga masih tersisa sampah-sampah yang berserakan.
Warga Ibu Kota Jakarta disuguhi pesta rakyat yang dikemas dalam Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013 selama tiga hari. Pameran yang dimulai sejak 14-16 Juni itu diharapkan menjadi cikal bakal Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang lebih merakyat untuk tahun depan.
Gubernur Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menggelar PRJ tandingan di Kompleks Tugu Monumen Nasional (Monas) agar lebih merakyat untuk seluruh lapisan masyarakat Jakarta. Konsep yang ditawarkan Jokowi, selain diramaikan acara kesenian dan kebudayaan daerah dari seluruh nusantara, PRJ nantinya akan diisi berbagai pameran produk kreatif hasil industri rumahan yang dilakukan para pelaku usaha mikro.
Selain itu, biaya sewa stan akan dibuat lebih murah, tidak sampai jutaan seperti diterapkan JIExpo. Intinya, Jokowi tidak ingin acara untuk rakyat Jakarta ini malah merugikan warga baik yang berjualan maupun pembeli. Bahkan pengunjung hanya ditarik bayaran sebesar Rp 2.000 untuk masuk.
Tetapi setelah PRJ ala Jokowi digelar selama tiga hari, kondisi Monas terlihat kumuh dan rusak. Di sejumlah titik, masih terdapat sampah-sampah baik berupa plastik kemasan, kertas, kardus dan kotoran lainnya yang berserakan.
Pantauan merdeka.com, pintu masuk di sisi utara Monas, sampah kertas ataupun plastik terlihat dengan mudah. Di sejumlah titik, tepatnya berada di bawah pohon, sampah-sampah juga bertumpuk.
Kemudian, ketika pengunjung mulai masuk area tugu Monas, di bagian dalam juga tampak kumuh. Walaupun sudah ada tanda-tanda dibersihkan, namun tetap bekas sampah belum hilang. Apalagi ditambah dengan hujan yang mengguyur Jakarta beberapa hari terakhir ini.
Di bagian dalam, sejumlah orang tengah beberes dan mencopot bangunan tenda yang sebelumnya dijadikan ruang stan-stan dalam Pekan Produk Kreatif Daerah ini. Bongkaran besi-besi tenda dan perlengkapan lainnya diletakkan di bagian badan taman. Tentunya menyebabkan tanaman rusak dan lapisan tanah mengelupas.
Begitu pula dengan kondisi Monas di pintu Timur, pintu masuk melalui parkiran motor dan mobil ini juga tampak serupa dengan sisi utara. Dari pintu parkir hingga masuk dan mendekati Tugu Monas, juga masih tersisa sampah-sampah yang berserakan.
Tidak berhenti sampai di situ saja. Tugu Monas yang merupakan kawasan cagar budaya dan bersejarah ini tambah memprihatinkan ketika di sejumlah titik tampak becek dan terdapat genangan air. Hal ini disebabkan karena bagian bawah yang tidak rata, berlobang dan resapan air yang tak maksimal.
PRJ ala Jokowi telah usai digelar dengan beragam macam kekurangan dan keluhan. Mulai dari kurangnya tempat sampah, fasilitas toilet umum, kemacetan bertambah parah, pintu masuk ke dalam, hingga kondisi kawasan Monas setelah digelarnya acara pesta rakyat tiga hari ini.(mdk/did)