Imbas ganjil genap Tol Jakarta-Tangerang, Jalan Daan Mogot tambah macet
Uji coba penerapan ganjil genap di Tol Jakarta Tangerang (Janger) dianggap efektif menurunkan volume kendaraan di jam sibuk pukul 06.00-09.00 WIB.
Uji coba penerapan ganjil genap di Tol Jakarta Tangerang (Janger) dianggap efektif menurunkan volume kendaraan di jam sibuk pukul 06.00-09.00 WIB.
Kepala Dinas perhubungan kota Tangerang, Saeful Rohman, menjelaskan, dari 10 hari penerapan kebijakan ganjil genap di dua pintu Tol Tangerang 2 Kebon Nanas dan Kunciran 2, Alam Sutera berhasil mengurangi kepadatan kendaraan hingga 30 persen.
Menurut data miliknya, untuk angka lalu lintas di kedua Tol Kunciran hingga Tangerang 2 memiliki angka normal sebanyak 6.194 kendaraan menjadi 4.401 kendaraan khusus kendaraan pribadi.
"Angka di Tol memang turun tapi, untuk jam sebelum 6 pagi mengalami peningkatan dengan angka sebelumnya yakni, 3.100 kendaraan menjadi 3.385 kendaraan," katanya, Kamis (26/4).
Meski berhasil mengurai kepadatan di dalam Tol Janger lanjutnya, justru terjadi peningkatan volume kendaraan di jalur arteri, seperti di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.
"Efeknya ke jalur arteri yang tambah padat, tapi tidak signifikan. Karena beberapa pengguna juga beralih kepada transportasi umum seperti kereta atau bus yang telah disediakan di kantung-kantung parkir," terang dia.
Rencananya, BPTJ akan menguji coba ini selama dua pekan, sampai nantinya akan diterapkan pada awal Mei 2018, baik aturan ganjil genap ataupun larangan melintas angkutan barang pada jam tertentu.
Baca juga:
Polda Metro tegaskan tindak kendaraan pelat RF jika langgar ganjil genap
Mulai besok, jam ganjil genap di MH Thamrin-Sudirman dimajukan
Jasa Marga: Ganjil genap di tol tak berlaku saat mudik Lebaran 2018
Polda Metro Jaya bahas wacana perluasan lokasi ganjil genap
Terapkan ganjil genap, pemerintah diminta beri keringanan pajak kendaraan
Ingat, mulai pekan depan sistem Ganjil Genap dimajukan pukul 6 pagi