LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Heru Klaim AI Ampuh Kurangi Kemacetan Hingga 20 Persen di DKI

Pj Gubernur DKI Heru Budi klaim penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) berhasil mengurangi kemacetan di Ibu Kota sebesar 20 persen.

2023-07-05 10:19:28
Kemacetan Jakarta
Advertisement

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan, penerapan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berhasil mengurangi kemacetan di Ibu Kota sebesar 20 persen.

Sistem AI pemantau lalu lintas ini disebut Intelligent Traffict light System (ITS) telah dipasang sejak April 2023 lalu di sekitar 20 titik persimpangan Jakarta.

"Ini untuk mempermudah pantauan kemacetan dan memperlancar lalu lintas sehingga terpantau terdapat efisiensi (pengurangan antrean) sekitar 20 persen,” kata Heru dalam rilis resminya, Rabu (5/7).

Advertisement

Heru menjelaskan, AI ini bekerja dengan mengidentifikasi kemacetan di titik tertentu dan menyesuaikan lampu lalu lintas jika menemukan kepadatan di suatu simpang.

“Sistemnya dihitung berdasarkan kepadatan (lalu lintas). Kalau sedang padat maka lampu hijaunya dipercepat dan sebaliknya,” ujar Heru.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, simpang yang dipilih untuk menempatkan AI adalah lokasi dengan tingkat kemacetan yang tinggi.

Kemudian, daerah yang diprioritaskan untuk dipasang AI adalah simpang yang beririsan dengan daerah dari luar Jakarta.

"Diprioritaskan pada primeter di luar, istilahnya kordon luar. Seperti contoh di Daan Mogot, di Gatot Soebroto, sepanjang Jalan Raya Bogor, S. Parman, Ahmad Yani, dan seterusnya," ujar Syafrin.

Tahun ini, tambah Syafrin, teknologi tersebut dilakukan akan ditambah di 40 titik di Jakarta dengan anggaran Rp130 miliar.

"Kriteria pemilihannya masih sama (rawan macet). Tujuannya agar terjadi efisiensi jumlah antrean di simpang-simpang tertentu," pungkas Syafrin.

(mdk/syf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.