Hendak dagang di Kota Tua, ibu ini dipalak Rp 4 juta
Hendak dagang di Kota Tua, ibu ini dipalak Rp 4 juta. Dia curhat pada Ahok apa yang dialaminya. "Saya mau dagang pak. Kalau diminta Rp 4 juta saya mau bayar pakai apa. Saya ini kan dagang mau cari duit, tapi malah dimintain duit," ujarnya memelas.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan pengaduan soal adanya pungutan liar kepada pedagang di Kota Tua, Jakarta Barat. Pedagang mengaku sempat dimintai uang sebesar Rp 4 juta.
Rika, warga rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Tambora, Jakarta Barat, bercerita, dipungut Rp 4 juta untuk berdagang di Jalan Cengkeh, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
"Pak saya mau dagang di (jalan) Cengkeh. Tapi malah diminta 4 juta pak," katanya kepada Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/3).
Dia mengaku 'dipalak' Rp 4 juta oleh oknum paguyuban pedagang Cengkeh. Padahal, Rika sangat membutuhkan lapak untuk berdagang demi menghidupi anaknya.
"Saya mau dagang pak. Kalau diminta Rp 4 juta saya mau bayar pakai apa. Saya ini kan dagang mau cari duit, tapi malah dimintain duit," ujarnya memelas.
Ahok yang mendengar pengaduan tersebut langsung menanggapinya dengan memerintahkan staf-nya, Natanael. Rika sebelumnya berdagang di Pasar Pagi, Kota Tua dan sudah berjualan sejak tahun 1998.
"Coba ini kamu urus. Ibu nanti ke Pak Nael aja," tutup mantan Bupati Belitung Timur itu.
Baca juga:
Elite PKB temui Ahok di Balai Kota, bicara soal dukungan pilgub DKI
Ahok dapat aduan warga membuat sertifikat 'dipalak' Rp 20 juta
Girangnya Ahok bisa salaman dengan Raja Salman
Ahok sebut anggaran operasional BPN jadi kendala normalisasi
Normalisasi Ciliwung, Ahok harus relokasi 5 ribuan kepala keluarga
Sandiaga senang Ahok adopsi program Oke Oce
Ahok ngaku dikenalkan Jokowi kepada Raja Salman