Hari Buku Nasional, Ahok luncurkan perpustakaan digital
Harapannya aplikasi ini membuat warga DKI berbagai kalangan dan usia dapat lebih cerdas.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yang pertama di Indonesia. Aplikasi ini diberi nama iJakarta diluncurkan bersamaan dengan hari buku Nasional . Aplikasi ini sebagai fasilitas untuk mewujudkan gerakan publik 'Baca Buku Bareng' dan didukung oleh beberapa lembaga.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, gerakan ini didukung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI, Dinas Pendidikan DKI, Perpusnas dan Yayasan Nusa Membaca. Gerakan ini sendiri adalah kegiatan publik untuk membaca, mendiskusikan dan berbagi buku digital dari warga dan untuk warga melalui aplikasi.
Basuki atau akrab disapa Ahok mengaku senang dengan inovasi ini. Harapannya aplikasi ini membuat warga DKI berbagai kalangan dan usia dapat lebih cerdas dan mendorongnya untuk berbagi soal buku, membangun dialog atau mempublikasikan karya tulis.
"Harapkan selain baca, dia berani nulis. Ini keuntungan iJakarta. Minimal dia komentar, ditanya temannya, bisa diskusi isi buku. Orang cerdas bukan buat diri sendiri," katanya di Balai kota, Jakarta, Selasa (17/5).
Dalam peluncuran aplikasi ini, turut hadir pula Najwa Sihab yang didaulat menjadi duta baca. Najwa menuturkan iJakarta sangat cocok bagi mereka yang suka sosial media untuk mau membaca buku dan berbagi dengan orang lain.
Sebab, format iJakarta seperti sosial media. Di mana, warga DKI diharuskan membuat akun dan mendaftar. Selain itu, pengguna juga bisa mengikuti teman-teman mereka seperti twitter atau instagram.
"Ini solusi untuk anak yang suka sosmed. Aplikasi bisa tulis komen, update status. Harus ada banyak cara untuk membuat orang mau membaca," jelas Najwa.(mdk/sho)