Hanya ngontrak, warga Taman Burung tak dapat jatah rusun
Menurut Jokowi, permasalahan ada di tangan pemilik kontrakan.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku mengetahui penggusuran warga Taman Burung, Penjaringan, Jakarta Utara. Ia menegaskan, warga yang telah digusur tidak akan mendapatkan rumah susun milik Pemprov DKI.
Alasannya, warga yang tinggal di sisi selatan Waduk Pluit tersebut lebih banyak mengontrak bukan rumah sendiri. "Itu kan yang digusur rumah kontrakan nah warga kan statusnya sewa di sana, sehingga memang tidak masuk hitungan penerima rumah susun," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, (12/12).
Menurut Jokowi, permasalahan ada di tangan pemilik kontrakan yang membangun di atas tanah ilegal tersebut. Dia juga mengaku belum ada rencana apa-apa untuk warga tergusur. "Belum. Belum ada rencana," kata dia.
Hari ini Pemprov DKI Jakarta kembali menertibkan bangunan liar di sisi Selatan Waduk Pluit yaitu Kampung Taman Burung, Penjaringan, Jakarta Utara. Pada penertiban kali ini, Satpol PP DKI merobohkan 397 unit rumah semi permanen yang berdiri di atas milik negara tersebut.
"Penertiban mulai jam 12.00. Ada 397 rumah totalnya," kata Kepala Suku Dinas Satpol PP Jakarta Utara, Partono.(mdk/has)