LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Gerakan Basmi Tikus sementara gunakan dana operasional Wagub Djarot

Gerakan Basmi Tikus sementara gunakan dana operasional Wagub Djarot. Gerakan ini nantinya akan ditangani oleh Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP). Alasannya, karena di dinas tersebut memiliki nomenklatur anggaran untuk melakukan pembasmian hama.

2016-10-28 13:33:55
Djarot Saiful Hidayat
Advertisement

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan melanjutkan Gerakan Basmi Tikus yang dipelopori petahana Djarot Saiful Hidayat. Ternyata pelaksanaan program ini sepanjang tahun 2016 tidak akan masuk dalam anggaran dinas, melainkan menggunakan dana operasional milik Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, program ini datangnya bukan serta merta dari Djarot, melainkan hasil pengaduan masyarakat yang khawatir dengan adanya hewan pengerat itu. Sehingga dibuatlah sayembara yang membandrol satu ekor tikus dengan harga Rp 20 ribu.

"Kemudian beliau (Djarot) perintahkan pada kita semua untuk memprogramkan ini. Karena perubahan anggaran sudah terlanjur diparipurnakan tentu sudah tidak sempat lagi. Maka di 2017 akan kita formulasikan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/10).

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini menambahkan, gerakan ini nantinya akan ditangani oleh Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP). Alasannya, karena di dinas tersebut memiliki nomenklatur anggaran untuk melakukan pembasmian hama.

"Jakarta itu ternyata ada hama yang namanya tikus. Dinas yang menangani itu, pas tupoksinya adalah Dinas KPKP ada nomenklatur pembasmian hama. Karena memang tikus itu termasuk hama," terangnya.

Saefullah menjelaskan, langkah awal yang dilakukan di Kemayoran pada Kamis (27/10) malam untuk melakukan pembasmian tidak menggunakan anggaran dinas, melainkan dana operasional Djarot. Sebab hingga akhir tahun tidak ada anggaran yang dapat dipakai untuk membayar sayembara tersebut.

"Dari dana operasional Pak Wagub. Itu spontan. Kalau pakai dana APBD itu enggak bisa langsung. Mungkin tahun depan. Jadi uji coba saja, yang ini 2016 melalui operasionalnya Pak Wagub. Semalam sudah dicanangkan," tutupnya.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.