Gedung Eks Kodim Kalideres Kembali Jadi Lokasi Penampungan Pencari Suaka
Gedung Eks Kodim Kalideres Kembali Jadi Lokasi Penampungan Pencari Suaka. Kendati begitu, Taufan mengaku telah mempunyai sejumlah lokasi alternatif lainnya bila pihaknya diminta untuk mencari tempat penampungan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri menyatakan gedung eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat kembali menjadi tempat penampungan sementara para pencari suaka. Dia menyebut lokasi tersebut telah disepakati bersama Pemprov DKI Jakarta dengan Kemenko Polhukam, Kementerian Sosial dan Kementerian Luar Negeri.
"Mungkin sementara (eks Kodim), kita kan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Kalau Kementerian Sosial sudah siap, iya kita lihat siapnya itu, tempatnya itu menampung atau tidak," kata Taufan saat dihubungi, Kamis (19/9).
Kendati begitu, Taufan mengaku telah mempunyai sejumlah lokasi alternatif lainnya bila pihaknya diminta untuk mencari tempat penampungan.
"Saya punya beberapa tempat, karena enggak diminta, saya simpan. Konsumsi saya kan khusus untuk Gubernur saya dong. Tinggal bilang, ada beberapa tempat," paparnya.
Sebelumnya, pencari suaka yang menempati trotoar di Kebon Sirih, Jakarta Pusat menolak kembali ke gedung penampungan eks Kodim Kalideres Jakarta Barat. "Keadaan kami di sana (Kalideres) tidak beda jauh, untuk air dan makanan kami kesusahan. Kami tidak akan kembali ke sana," kata Syukria.
Syukria dan 52 pencari suaka lainnya kembali menempati trotoar Kebon Sirih karena telah menandatangani perjanjian dengan UNHCR (Komisaris Tinggi PBB Untuk Pengungsi). "Kami menandatangani perjanjian dengan UNHCR karena mereka bilang tanggal 31 Agustus penampungan Kalideres harus dikosongkan," kata Syukria.
Lewat perjanjian tersebut Syukria yang memiliki 5 anggota keluarga mendapatkan uang sebesar Rp1.600.000 untuk kebutuhan hidup setelah bersedia keluar dari gedung eks Kodim Kalideres.
Namun rupanya uang tersebut tidak cukup untuk kebutuhan lima orang dalam waktu satu bulan.
(mdk/eko)