Ganjil Genap Nonaktif, Polda Metro Antisipasi Adanya Peningkatan Kendaraan
Sambodo mengungkapkan, dampak dari tidak diberlakukannya kebijakan gage ini membuat volume kendaraan meningkat khususnya di jalur-jalur protokol.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah melakukan antisipasi serta menyiapkan strategi dalam mengatur kepadatan arus lalu lintas setelah dihentikan sementara kebijakan ganjil-genap di DKI Jakarta. Kebijakan tersebut dihentikan sejak Senin (16/3) kemarin.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo mengatakan, bakal mengerahkan anggotanya dalam jumlah yang tidak seperti biasanya. Hal itu dilakukan untuk mengarahkan sejumlah kendaraan ke titik-titik ruas jalan yang tidak padat.
"Kita akan tambah anggota di titik-titik kemacetan, dengan menggeser dari titik lain yang volume lalu lintasnya menurun," kata Sambodo saat dihubungi, Rabu (18/3).
Sambodo mengungkapkan, dampak dari tidak diberlakukannya kebijakan gage ini membuat volume kendaraan meningkat khususnya di jalur-jalur protokol. Terlebih, kepadatan kendaraan kerap terjadi pada jam-jam sibuk yakni pagi hari dan malam hari.
"Kepadatan ada di beberapa titik di jalan protokol. Jalan tol dalam kota, terutama pagi dan sore hingga malam," ungkapnya.
Dengan tidak adanya kebijakan gage tersebut, pihaknya bakal melakukan evaluasi. Dalam melakukan evaluasi nanti, pihaknya bakal berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait.
"Selain itu, kita akan evaluasi kebijakan meniadakan ganjil genap tersebut," pungkasnya.
Baca juga:
Imbas Ganjil Genap ditiadakan, Lalu Lintas di Sudirman Macet Parah
Dampak Corona, Sistem Ganjil-Genap di Jakarta Sementara Dicabut
Cegah Penyebaran Corona, Sistem Ganjil-Genap Sementara Dicabut
Parkir Ganjil Genap Berlaku, Lalu Lintas Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk Lancar
Pemprov DKI Siapkan Stiker Bebas Ganjil Genap Untuk Kendaraan Listrik
Kendaraan Listrik akan Bebas Ganjil Genap dan Diringankan soal Parkir di Jakarta