LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Fakta Baru Kasus Mutilasi Bekasi: Cinta Angela Dipermainkan, Harta Bendanya Dikuras

Ecky marah. Angela berani mengancam akan melaporkan perselingkuhan ke istri sah Ekcy. Tanpa pikir panjang, dia langsung mencekik Angela. Hingga akhirnya meregang nyawa.

2023-02-07 11:09:53
Mutilasi Wanita di Bekasi
Advertisement

M Ecky Listiantho (34) berpura-pura mencintai Angela Hindriati Wahyuningsih (51). Tujuannya, menguras harta benda kekasihnya. Setelah nyawa Angela direnggut, giliran kekayaannya dikuasai.

Dia tega menghabisi nyawa teman wanitanya itu. Tak puas sekadar membunuh, dia kian beringas memutilasi korban.

Niat jahat sebenarnya sudah terbesit di benar Ecky. Ingin menghabisi Angela untuk menguasai hartanya. Angela memang sudah berpisah dengan suaminya. Putrinya juga telah tiada sejak 2018 lalu.

Advertisement

Permintaan Angela untuk dinikahi seolah jadi celah untuk Ecky. Menghabisi secara keji dan menggerogoti hartanya.

Ecky marah. Angela berani mengancam akan melaporkan perselingkuhan ke istri sah Ekcy. Tanpa pikir panjang, dia langsung mencekik Angela. Hingga akhirnya meregang nyawa.

Advertisement

"Motif dari MEL melakukan pembunuhan, karena AHW mengajak tersangka ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan. Hari itu juga terjadi cekcok dan korban dicekik oleh pelaku hingga meninggal dunia," kata Kanit 4 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Tommy.

Setelah Angela terbunuh, rencana menguasai aset Angela dia susun. Diawali niat mengalihkan kepemilikan apartemen Angela yang menjadi lokasi pembunuhan. Upaya pemindahan kepemilikan apartemen dia lakukan dengan cara ilegal pada tahun 2020.

"Pada bulan Juni 2020, M. Ecky Listiantho menceritakan kepada saudari IL bahwa tersangka membeli apartemen di bawah tangan dan hendak balik nama," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Hengki Haryadi, dalam keterangannya, Senin (6/2).

IL yang mengetahui Ecky akan membeli apartemen dan hendak membalik nama. Lantas membantunya dengan merekomendasikan kantor notaris EM.

Namun, EM justru merekomendasikan kantor notaris lain hingga Ecky bertemu dengan seseorang inisial I yang berkantor di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Saat itu, Ecky sudah membawa surat jual beli dengan tanda tangan yang sudah dipalsukan.

Namun, proses pemindahan kepemilikan apartemen sempat terkendala. Lantaran dalam proses akta jual beli, Angela harus turut hadir.

Di hadapkan dengan jalan buntu, Ecky tetap berupaya mengambil keuntungan dari apartemen Angela. Dia menyewakan apartemen itu melalui aplikasi online yang hingga akhirnya ada seseorang yang mau menyewa.

"Pada tanggal 1 Juli 2020 sampai dengan 31 Mei 2021 saudara AG menyewa apartemen dengan biaya sebesar Rp99 juta," ucap Kombes Hengki.

Meski sudah ada penyewa, rencana Ekcy untuk menguasai apartemen Angela tak surut. Dia kembali menghubungi EM. Kali ini, EM mau membantu melalui jalur pengadilan.

Ecky bahkan melibatkan teman SMP-nya inisial SA sebagai saksi palsu di pengadilan. Dia memberi keterangan seolah-olah benar Ecky telah membeli apartemen milik Angela.

Pada persidangan 6 Januari 2021, SA kembali dihadirkan sebagai saksi dan mengaku hadir saat proses jual-beli apartemen. Singkat cerita, akhirnya apartemen itu beralih kepemilikan atas nama Ecky pada Februari 2021.

Setelah beralih atas namanya, Ecky mempromosikan apartemen Angela melalui aplikasi jual beli online. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Seorang pembeli berminat pada apartemen yang ditawarkan. Apartemen itu laku dijual Rp800 juta beserta biaya administrasi Rp50 juta, kepada seseorang berinisial IN

Pundi-pundi kekayaan Ekcy tak sampai di situ. Dia juga mengambil sertifikat milik orangtua Angela dan menggadaikannya senilai Rp40 juta. Dia juga menguras tabungan Angela senilai Rp157,8 juta.

"Total Ecky mengemas Rp1.146.869.000," kata Hengki.

Hingga kini, polisi terus berupaya menggali keterangan dari Ecky. Sepanjang pemeriksaan, Ecky masih tak mau gamblang bercerita ulah jahatnya pada Angela.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.