Dua program unggulan Anies-Sandi yang dikritik telak Djarot
Dua program unggulan Anies-Sandi yang dikritik telak Djarot. Sebagai petahana, tak jarang Ahok maupun Djarot mengklaim apa yang menjadi ide Anies dan Sandi sudah lebih dulu mereka kerjakan. Calon petahana menilai tidak ada program baru yang ditawarkan calon nomor urut tiga itu.
Masa kampanye pilkada DKI Jakarta putaran dua tinggal dua pekan lagi. Dua pasangan yang tersisa, Basuki alias Ahok dan Djarot serta Anies dan Sandi berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyampaikan visi misinya agar diterima warga DKI hingga berbalas suara pada 19 April mendatang.
Di kampanye putaran dua ini, pasangan Ahok-Djarot seperti nya memang mengubah strategi. Ahok lebih banyak blusukan di belakang layar. Sedangkan Djarot sibuk keluar masuk kampung bersama sejumlah media.
Pasangan Anies-Sandi juga sibuk menyapa warga dan banyak komunitas di Jakarta. Mereka terus menyampaikan program-program prioritas yang akan dikerjakan bila nanti terpilih.
Seperti program Oke Oce, KJP Plus, program lansia hingga rumah dengan biaya murah di Jakarta.
Sebagai petahana, tak jarang Ahok maupun Djarot mengklaim apa yang menjadi ide Anies dan Sandi sudah lebih dulu mereka kerjakan. Calon petahana menilai tidak ada program baru yang ditawarkan calon nomor urut tiga itu.
Merasa tak ada program yang lebih istimewa dari yang mereka lakukan selama ini, Djarot lantas mengkritik program Anies Sandi. Salah satunya terkait perumahan rumah di Jakarta tanpa DP.
Dia menilai program perumahan tanpa DP cuma mengawang-awang.
"Bukan saya enggak setuju dengan rumah DP 0 persen. Senang banget kalau bisa dilaksanakan terutama untuk saudara-saudara kita yang mengontrak. Kalau bisa digunakan lahan Pemprov, kita lihat bisa enggak?" katanya di kawasan Lubang Buaya, Makassar, Jakarta Timur, Kamis (30/3).
"Misalnya di sini ini daerah resapan air. Berapa jumlahnya? Berapa unit? Ini yang sampaikan supaya masyarakat bisa menilai, mana program yang bisa dilaksanakan bukan hanya mengawang-ngawang," tegasnya.
Djarot mengatakan, permasalahan utama dalam penataan penduduk adalah lahan yang sangat minim. Sehingga konsep bangunan yang awalnya vertikal, kini diubah menjadi horizontal seperti membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
"Ini yang kami tawarkan, yang sedang kita kerjakan. Supaya masyarakat bisa menilai mana yang bisa bekerja. Saya sampaikan ke Pak Basuki, katanya jangan beri janji-janji. Pilkada janji-janji. Jangan karena Pilkada kita berbohong, sampaikan saja apa adanya," kata Djarot.
Program lain yang dikritik Djarot soal program KJP plus yang digagas Anies Sandi. Menurutnya KJP plus yang ditawarkan Anies Sandi cuma angin surga.
"Tidak sekolah tidak akan dapat KJP. Kita dorong supaya sekolah. Mereka bisa masuk ke kursus. Otomatis kalau masuk ke situ dapat KJP. Itu untuk mendidik. Kita tidak bisa memberikan angin surga," tutupnya.
Hal ini beda dengan yang ditawarkan Anies Sandi. Mereka juga akan memberikan KJP bagi yang tidak sekolah.
"KJP itu fungsinya mendidik seperti anak-anak kita mau sekolah, tertib sekolah, rajin sekolah. Kemudian yang ke dua tepat sasaran dan tidak boleh disalahgunakan. Oleh karena itu tidak boleh ditarik tunai," sambungnya.
Baca juga:
Sidang etik KPU DKI akan undang Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga
Pengakuan kubu Ahok beri duit Rp 3 juta buat KPU & Bawaslu DKI
Megawati ajari Ahok bahasa Jawa dan pesan agar tidak cerewet
Ketua RT dan RW se-DKI dilarang ajak warga jadi pendukung paslon
Keakraban Megawati dan Djarot saat peresmian kantor BMI di Menteng
Diundang tim Ahok-Djarot, Ketua KPU & Bawaslu DKI diberi Rp 3 juta
Djarot ke anak panti asuhan: Sudah pernah ke Kalijodo belum?