LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

DPRD DKI prihatin, pemprov beli bus baru tapi sudah rusak

Selain rusak, kondisi bus juga karatan. DPRD akan panggil Dinas Perhubungan untuk meminta penjelasan.

2014-02-10 10:20:13
Transjakarta
Advertisement

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mendatangkan 3000 bus pada tahun ini. Namun beberapa bus kota terintegrasi busway (BKTB) yang belum genap seminggu diresmikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah nampak rusak dan karatan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Triwisaksana, mengungkapkan perasaan double prihatin atas rusaknya BKTB. Sebab bus tersebut masih baru dan dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Triwisaksana yang kerap disapa Bang Sani ini, mengatakan seharusnya Dinas Perhubungan selaku penyelenggara tender melakukan cek dengan seksama. Terutama saat penyerahan bus dari pemenang tender.

"Seharusnya dinas perhubungan dan inspektorat melakukan pemeriksaan lebih rinci saat serah terima dari kontraktor," ujarnya saat dihubungi, Senin (10/2).

Bang Sani menambahkan, kerusakan bus ini menjadi double memprihatinkan karena harga bus lebih mahal. Tapi kualitas yang didapatkan lebih buruk. Menurut dia, proses pengantaran bus melalui jalur laut bukan menjadi alasan adanya kerusakan.

"Selain lebih mahal, kualitasnya juga buruk. Bus-bus dari Jepang juga ada proses pengapalan, tapi kualitasnya tidak seperti ini," ujarnya.

Oleh karena itu dia meminta Komisi B (Bidang Perekonomian) untuk mengundang Dinas Perhubungan untuk menjelaskan kenapa situasi seperti ini bisa terjadi. "Kadishub akan kita panggil dalam Minggu ini, secepatnya," katanya.

Ia juga mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mempercepat pengadaan bus. Namun tetap harus memperhatikan kualitas bus yang dipesan. Karena ini akan digunakan warga Jakarta.

"Tahun 2014, DPRD sudah menyetujui pengadaan 4000 bus, baik bus Transjakarta maupun bus sedang. Dengan adanya peristiwa seperti ini semua pihak, baik Pemprov DKI Jakarta maupun DPRD, perlu mengevaluasi supaya tidak dikorbankan kepentingan masyarakat," tutupnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta pada 2014 mengadakan 656 bus, terdiri dari 310 bus articulated Transjakarta (gandeng) dan 346 BKTB. Untuk Transjakarta baru diluncurkan 90 dan sisanya akan dilanjutkan hingga Februari 2014. Adapun dari 346 BKTB, yang sudah diluncurkan baru 18 unit saja, yakni di rute PIK-Monas.(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.