DPRD DKI minta polisi selidiki penyebab orang tewas di Classic
Jika pria itu tewas karena narkoba, izin Hotel Classic akan dicabut.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta pihak kepolisian mendalami kasus meninggalnya pria paruh baya di Hotel Classic, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sebab korban ditemukan di dalam mobil.
"Kepolisian harus serius menindaklanjuti kejadian ini. Jangan sampai kasus tempo hari di Stadium terulang," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (12/1).
Dia menambahkan, pihaknya tidak segan untuk memberikan tindakan keras jika pria asal Jepang yang tewas tersebut dikarenakan narkoba akan menindak tegas. Bahkan, Prasetyo akan meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mencabut izin usahanya.
"Kalau memang terbukti meninggal karena narkoba, Pemprov DKI harus tegas membekukan izin Classic. Pokoknya Pemprov DKI harus menindak seperti Stadium, sebab narkoba lawan kita," tegasnya.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menutup diskotek Stadium, Taman Sari, Jakarta Barat, menyusul tewasnya seorang polisi karena overdosis dan menjadi tempat peredaran narkoba.
Sebelumnya, Kepala Unit Kriminal Umum Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKP Ari mengatakan, jenazah bernama Jan Buntaran (57), ditemukan pertama kali seorang petugas parkir Hotel Classic, Deden. "Saksi melihat korban sudah tergeletak di dalam mobil," ungkapnya.
Hingga kini pihaknya belum memastikan penyebab kematian pria yang tinggal di Kelurahan Cideng, Gambir, Jakpus. "Di bawah jok pengemudi ditemukan bekas muntahan," ungkapnya.
Baca juga:
Anggota DPRD kritik cara Ahok rombak jabatan secara massal
Rapat molor & merokok sembarang, anggota DPRD DKI didisiplinkan
Politisi PKS keluhkan telepon mati & keran rusak di Gedung DPRD
Langkah Djarot tuai simpati politisi Kebon Sirih
Para istri anggota DPRD mau ajak suaminya blusukan keliling DKI
Ketua DPRD DKI: Kalau hujan Djarot tetap naik mobil