DPRD DKI Kritik Pelebaran Trotoar, Pemprov: Supaya Enggak Macet, Jalan Kaki
Pemprov DKI menjelaskan bahwa pelebaran trotoar yang dibangunnya merupakan jalan strategis untuk menuju pada akses transportasi umum.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menanggapi pernyataan Ketua Komisi D DPRD Ida Mahmudah yang menyebut pelebaran trotoar sebagai salah satu penyebab kemacetan di Ibu Kota. Hari mengatakan, pelebaran trotoar berguna untuk mengubah pola pikir masyarakat agar nyaman berjalan kaki menggunakan transportasi umum.
"Untuk ya mengubah mindset orang. Supaya enggak macet ya sebenernya jalan kaki. Kalau kami ngegede-gedein jalan, mobil bertambah, ya macet. Justru trotoar itu bukan (penyebab) macet, justru mengurangi kemacetan. Orang jalan jadi nyaman, aman untuk menuju transportasi antarmoda," kata Hari kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/11).
Selain itu, Hari juga menjelaskan bahwa pelebaran trotoar yang dibangunnya merupakan jalan strategis untuk menuju pada akses transportasi umum.
"Yang kami buat kan yang memang strategis, yang menuju ke mobilitas transportasi antarmoda, ya kan. Kayak Kebayoran Baru, ke CSW. Kemudian Pecenongan, Kawasan Satu. Jadi yang kami bangun ini satu kawasan, bukan kami bangun luas per luas jalan, tapi membangun satu kawasan sehingga menuju ke arah transportasi antarmoda," jelas Hari.
Selain itu, Hari juga menyebut bahwa kemacetan akibat pekerjaan suatu proyek merupakan hal yang wajar. Meskipun demikian, terdapat imbauan dan rekayasa lalu lintas saat pekerjaan tersebut dilakukan.
"Kemacetan itu kalau dalam kondisi fisik pekerjaan (ada kontruksi). Namanya mulai pekerjaan, pasti macet. Cuma, kan kami pada saat membangun, sudah sosialisasi. Kedua, nanti akan ada rekayasa lalin, koordinasi dengan Pak Syafrin (Kepala Dinas Perhubungan) tentunya, ya kami harapkan itu nanti me-minimize (mengurangi) tingkat kemacetan itu," ujar Hari.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menyebut pelebaran trotoar sebagai salah satu penyebab kemacetan di Ibu Kota. Hal tersebut diungkapkan Ida setelah pengesahan Raperda APBD 2023 melalui Rapat Paripurna DPRD DKI pada Selasa (29/11)
“Macetnya itu karena trotoar kelebaran. Yang tadinya jalan tiga jalur, dijadikan dua jalur, kiri-kanannya menjadi trotoar lebar, seperti itu,” kata Ida kepada wartawan.
Ida juga meminta kepada Dinas Bina Marga untuk mengevaluasi lebih lanjut terkait pelebaran trotar ini. Menurut Ida, jika pelebaran trotoar mengganggu, ia harap Dinas Bina Marga dapat memperbaikinya dengan segera.
“Kami minta evaluasi Pak Hari sebagai Kepala Dinas Bina Marga untuk, kenapa sih kemacetan ini?, salah satu penyebabnya dari trotoar. Nah, kami minta betul-betul dievaluasi kalau memang trotoar selama ini mengganggu lalu lintas, ya minta untuk diperbaiki segera,” tambah Ida.