DPRD DKI Duga Warga Kampung Kumuh di Dekat JIS Belum Direlokasi Karena Tak Ada Tempat
Hanya saja, Ima menilai bahwa Pemprov DKI dilema untuk bisa merelokasi warga agar tidak menimbulkan kegaduhan publik.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah menduga belum ada tempat untuk memindahkan warga permukiman kumuh sekitar Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Itu sebabnya, Pemprov DKI Jakarta tak kunjung merelokasi warga.
"Yang lebih penting dibahas, ke mana mereka akan direlokasi? Jangan-jangan mereka belum dipindahkan karena belum ada tempat relokasi yang baik," kata Ima saat dikonfirmasi, Kamis (10/3).
Politikus PDIP itu meyakini, cepat atau lambat kawasan JIS merupakan kawasan steril dari pemukiman kumuh, dan relokasi warga sekitar merupakan upaya yang perlu dilakukan dalam kurun waktu dekat.
Hanya saja, Ima menilai bahwa Pemprov DKI dilema untuk bisa merelokasi warga agar tidak menimbulkan kegaduhan publik.
Anggota Komisi E DPRD itu pun juga mengingatkan Pemprov agar segera mendata warga setempat. Jika warga belum memiliki KTP Jakarta, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebaiknya membuat KTP Jakarta untuk fasilitas subsidi.
"Untuk rumah susun seharusnya semua ber-KTP Jakarta, untuk memudahkan mereka mendapatkan KJP dan KLJ. Jika mereka bukan KTP jakarta, Pemprov bisa membuatkan mereka KTP," kata Ima.
Sementara itu, Manajemen PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengaku telah menata kawasan kumuh yang ada di sekitar Jakarta International Stadium (JIS). Sehingga hanya tersisa yang berada di bagian utara JIS.
Manajer Proyek JIS dari PT Jakpro Arry Wibowo mengatakan, bagian utara tersebut merupakan kewenangan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Yang sisi utara, yang saat ini masih ada beberapa (kawasan kumuh) itu, sebenarnya bukan domain Pemprov DKI dalam hal ini Jakpro, melainkan itu wewenang milik PT KAI," ujar Arry di Jakarta, Jumat, (14/1).
Arry mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan PT KAI untuk merapikan kawasan kampung kumuh di bagian utara JIS itu, bahkan Jakpro juga bersedia membantu melakukan penataan.
"Sebenarnya kita mau mengajak PT KAI untuk bareng-bareng melakukan treatment terhadap warga yang saat ini menempati, khususnya di sisi-sisi rel kereta api," ujar Arry seperti dikutip dari Antara.
Baca juga:
Kemiskinan di Balik Kemegahan Jakarta International Stadium
Nestapa di Balik Kemegahan Jakarta International Stadium
VIDEO: Menang 1-0, Anies Baswedan Bobol Gawang Ridwan Kamil saat Adu Penalti di JIS
Main Bola Bareng Kang Emil di JIS, Anies: Di Luar Lapangan Sama-Sama Tim Bubur Diaduk
Jakpro: Pembangunan JIS Mencapai 97 Persen
Anies Ungkap IYC di JIS Ditunda: Menunggu Perbaikan Covid di Spanyol dan Jakarta