DKI heran apalagi yang ditunggu warga Kp Pulo belum pindah ke rusun
Padahal, berbagai fasilitas sudah diberikan di rusun yang disebut Ahok mirip dengan apartemen.
Ratusan unit di Rusun Jatinegara Barat disediakan Pemprov DKI Jakarta sebagai ganti hunian warga Kampung Pulo yang digusur. Tapi sampai hari ke empat setelah penggusuran, belum semua unit penuh.
"Kami tetap menunggu warga Kampung Pulo untuk segera pindah ke sana," kata Kepala Dinas Perumahan Pemprov DKI, Ika Lestari Aji di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (24/8).
Dia menuturkan, data terakhir yang dia punya, total 520 jiwa warga Kp Pulo bersedia dipindahkan ke Rusun Jatinegara. Sedangkan yang telah menerima rusun ada 456 orang dan 417 orang telah mengambil kunci.
Ditambahkannya, soal fasilitas unit rusun yang didapat, dia menjelaskan telah disepakati berdasarkan perhitungan luas tempat tinggal warga saat menempati rumah di Kampung Pulo. Itu sebabnya, para warga terlebih dahulu diminta mendaftarkan diri dan berkoordinasi dengan pihak dinas perumahan tentang jumlah unit yang diterima.
"Warga yang punya lahan 100 meter, dengan unit berukuran 30 meter, maka mendapatkan 5 unit," terangnya.
Sebelumnya, berbagai alasan dikeluhkan warga Kp Pulo soal rusun yang mereka dapatkan sebagai ganti rugi. Salah satunya biaya sewa yang dibebankan.
Baca juga:
Pasca penggusuran, bantaran Ciliwung mulai dipasangi tiang pancang
Ahok sebut rusunawa untuk warga Kampung Pulo ada perpustakaan anak
Eki Pitung: KTP saya Kampung Pulo, paman yang tinggal di Tanah Abang
Macam-macam tuntutan warga Kampung Pulo tak puas diberi rusun mewah
JJ Rizal: Ahok pongah sekali, hina sejarawan tanpa tahu keilmuannya
Menko Puan minta Ahok tak lagi lakukan penggusuran dengan kekerasan
Benarkah klaim Ahok kawasan rumahnya tak termasuk resapan air?