DKI akan resmikan koridor 13 & Simpang Susun Semanggi berbarengan
Djarot Saiful Hidayat, mengatakan peresmian halte TransJakarta koridor 13 akan ditunda. Itu karena belum mendapatkan sertifikat laik fungsi (SLF) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan peresmian halte TransJakarta koridor 13 akan ditunda. Itu karena belum mendapatkan sertifikat laik fungsi (SLF) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).
"Jangan dulu, kita tunda dulu. Karena setelah kami tanya kepada Dishub, SLF dari Kementerian PU-Pera masih belum turun. Sebelum ini aman, jangan dulu Sehingga, tanggal 22 (Juli) jangan diresmikan dulu," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/6).
Dikarenakan belum keluarnya izin SLF, Djarot menyebut sementara pengoperasiannya akan ditunda. Meski begitu, dia menegaskan peresmian akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus dan berbarengan dengan Simpang Susun Semanggi.
"Kalau saya sih sebelumnya kita urus dulu izin-izinnya, SLF nya, setelah itu mungkin kita bisa soft launching digunakan, hard launchingnya tanggal 17 Agustus saja sekaligus dengan simpang susun Semanggi," ujarnya.
Halte koridor 13 merupakan jembatan layang cukup panjang. Untuk itu, kata Djarot, sehingga perlu SLF dari Kementerian PU-Pera untuk mengukur konstruksinya. "SLF untuk konstruksinya itu binamarga sama Kementerian PU-Pera untuk kekuatan jembatan tiang tiangnya fasilitas lain sekarang lagi dipasang lampu, lampu sudah sebagian dipasang mudah mudahan segera selesai," terangnya.
Baca juga:
Ahok yakin simpang Semanggi bisa kurangi kemacetan hingga 30 persen
Ini penampakan simpang susun Semanggi setelah 100 persen tersambung
Simpang Susun Semanggi diujicoba 15 Juli, diresmikan 17 Agustus 2017
Ahok klaim simpang susun Semanggi bakal kurangi macet 30 persen
Memantau perkembangan proyek Simpang Susun Semanggi dari udara