Djarot usul Pemprov DKI 'caplok' sekolah swasta tak mampu gaji guru
Djarot memandang perlu mengklasifikasi sekolah swasta yang tidak mampu membayar tenaga guru berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR). Sekolah yang dinilai tidak cukup baik dalam keuangan dan sumber daya manusia, akan diambil alih oleh Pemprov DKI.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan kampanye ke dua lokasi di wilayah Jakarta Utara pada Rabu (23/11). Saat menyapa warga di Kampung Muara Bahari, Djarot dituntut mencari solusi soal kesetaraan guru swasta dan negeri.
Djarot mengakui banyak guru swasta yang perlu mendapat bantuan. Namun karena status sekolah swasta, maka Pemprov kesulitan. Solusi yang ditawarkan Djarot adalah menyerahkan kepengurusan sekolah ke Pemrov DKI Jakarta jika memang pihak sekolah sudah tak sanggup lagi.
"Swasta itu kan macam-macam ada sekolah swasta yang mampu membiayai dirinya sendiri, ada swasta yang 'perlu disubsidi' karena tidak punya murid yang banyak. Kalau seperti itu lebih baik dilimpahkan ke kami, jadi kan kami bisa bantu full," ujar Djarot, Rabu (23/11).
Djarot memandang perlu mengklasifikasi sekolah swasta yang tidak mampu membayar tenaga guru berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR). Nantinya, sekolah yang dinilai tidak cukup baik dalam keuangan dan sumber daya manusia, akan diambil alih oleh Pemprov.
"Guru swasta tadi itu yang sekolahnya muridnya sedikit sehingga tidak mampu membayar gaji gurunya. Mereka menuntut agar upahnya sesuai dengan UMR maka perlu ada klasifikasi sistemnya," ucapnya.
Dalam kampanyenya kali ini, Djarot beserta tim suksesnya membagi-bagikan buku tulis kepada anak-anak warga setempat.
Baca juga:
Di Pulomas, Ahok dicegat dua wanita asal Papua buat foto bareng
Ahok sindir Agus: Sila kelima keadilan sosial, bukan bantuan sosial
Kampanye di Pulomas, Ahok ingatkan warga pentingnya BPJS
Gaya Djarot tampil
Didukung ibu-ibu, Djarot sebut tidak ada alasan untuk kalah