Djarot sebut minimal dua periode benahi persoalan kompleks Jakarta
Djarot sebut minimal dibutuhkan dua periode benahi persoalan Jakarta. Djarot mengaku, ia sadar pekerjaannya belum selesai dan masih perlu disempurnakan lagi. Untuk itu ia meminta satu periode lagi untuk menjadi pemimpin Jakarta.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku puas dengan debat pamungkas yang berlangsung tadi malam. Djarot mengaku sudah biasa ditanya soal kinerja sehingga puasa dengan hasil debat tersebut.
"Kalau saya sih oke, puas aja, udah biasa, biasa ditanya, sudah kerja dan pasti ada bukti konkretnya," kata Djarot, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/4).
Meski pada debat semalam KPUD DKI mendatangkan komunitas yang terkesan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan petahana, Djarot menilai KPU netral. Bahkan dia menilai pertanyaan diberikan para komunitas itu tak memberatkannya.
"KPU netral. Kami selalu berpikir positif. Kami selalu menganggap komunitas yang diundang netral, baik, bahkan saya menduga waktu itu membayangkan ada pertanyaan yang jauh lebih keras daripada itu, ternyata tidak," terang Djarot.
Djarot mengaku, ia sadar pekerjaannya belum selesai dan masih perlu disempurnakan lagi. Untuk itu ia meminta satu periode lagi untuk menjadi pemimpin Jakarta.
"Lima tahun belum cukup dengan persoalan Jakarta yang sangat kompleks, minimal dibutuhkan dua periode," tegas Djarot.
Meski begitu, Djarot mengatakan, bahwa persepsi tiap orang berbeda-beda sehingga ia menyerahkan hasil akhirnya kepada penonton.
"Serahkan aja pada warga Jakarta, sekarang udah punya pilihan, cuma dua pilihan kan sekarang," ujar Djarot.
Baca juga:
Djarot soal survei anjlok: Putaran I di posisi bawah tapi menang
Dikritik warga saat debat, Djarot akui tak bisa memuaskan semua
Jelang pencoblosan, tim Ahok ketuk pintu hati warga pilih nomor 2
Aksi Djarot bermain bulutangkis melawan atlet senior di GOR Sumantri
Sumarsono puas debat Ahok-Djarot vs Anies-Sandi berjalan damai
Seminggu terakhir, Ahok-Djarot fokus suara di Jaktim dan Jaksel
Pertarungan di Cakung dan Condet bikin Ahok-Djarot pusing