Djarot persilakan PKL jualan di Kalijodo, tapi diperiksa dan didata
Djarot persilakan PKL jualan di Kalijodo, tapi diperiksa dan didata. Nantinya, para PKL tersebut akan diperiksa kandungan bahan makanan yang mereka jajakan. Jika terbukti mengandung bahan yang berbahaya, maka mereka akan dilarang untuk berjualan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tidak akan melarang pedagang kaki lima (PKL) di RPTRA Kalijodo, namun pihaknya akan melakukan pendataan dan penataan. Ia merasa hal tersebut perlu dilakukan karena PKL di sana terlalu banyak dan tidak menetap.
"PKL Kalijodo kan banyak, tapi mereka tidak stay. Tetap boleh mereka berjualan di Kalijodo tapi tetap diperiksa," kata Djarot, di Balai Kartini, Selasa (28/2).
Djarot merasa perlu adanya PKL di Kalijodo, karena kawasan tersebut jauh dari pemukiman sehingga akan sulit jika ada pengunjung yang merasa haus atau lapar untuk membeli jajanan.
"Karena kalau di situ mereka haus mereka lapar itu jauh loh ke perkampungan. Justu itu menghidupkan perekonomian masyarakat," ujar Djarot.
Nantinya, para PKL tersebut akan diperiksa kandungan bahan makanan yang mereka jajakan. Jika terbukti mengandung bahan yang berbahaya, maka mereka akan dilarang untuk berjualan.
Selain itu, Djarot juga mengatakan akan memberi tanda para PKL yang menetap sehingga ada perbedaan mana PKL yang baru dan yang lama.
"Maka hasil rapat kemarin itu didata siapa yang berjualan di situ, diperiksa makanannya. Itu kan masih ganti-ganti, itu kan ada yang menetap. Sehingga yang menetap itu dikasih tanda," terang Djarot.
Tak hanya di Kalijodo, Djarot mengatakan, aturan tersebut akan diberlakukan untuk seluruh PKL di Ibu Kota. Terutama di kawasan sekolah yang sasaran konsumennya adalah siswa.
"Bukan hanya di Kalijodo, di sekolah juga akan kita periksa," tandas Djarot.
Baca juga:
3 Bulan diresmikan, puluhan selter Sriwedari di Solo mangkrak
Djarot sesalkan pembongkaran PKL di Kota Tua oleh PT Sampoerna Land
Pantang gusur PKL, Sandiaga Uno: Mereka usahanya halal
Bangun jalur layang KA, 180 kios buku di Medan dibongkar
Geruduk Balai Kota Solo, puluhan PKL protes bakal direlokasi
Sumarsono akan babat habis PKL ganggu pejalan kaki dan bikin macet
DKI makin intensif tertibkan PKL dari trotoar, utamanya Tanah Abang