Ditanya enak mana Kalijodo dulu atau kini, begini respons warga
Ditanya enak mana Kalijodo dulu atau kini, begini respons warga. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengunjungi RPTRA Kalijodo, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Senin (27/3). Ketika tiba Sumarsono langsung disambut warga yang sedang berkunjung ke RPTRA Kalijodo.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengunjungi RPTRA Kalijodo, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Senin (27/3). Ketika tiba Sumarsono langsung disambut warga yang sedang berkunjung ke RPTRA Kalijodo.
"Bagaimana, mana yang lebih nyaman? Yang dulu atau yang sekarang?" tanya Sumarsono yang langsung disambut dengan jawaban warga yang menyatakan keadaan Kalijodo yang sekarang lebih nyaman.
Seperti diketahui, sebelum digusur Pemprov DKI Jakarta, Kalijodo dikenal sebagai tempat kafer 'remang-remang'. Ratusan PSK menjajakan diri di sepanjang Kalijodo kala itu.
Selain menanyakan kesan warga tentang kondisi Kalijodo kini, Sumarsono juga bertanya fasilitas apa yang masih harus ditambahkan di RPTRA Kalijodo.
Penggusuran Kalijodo ©2016 Merdeka.com/Nuryandi Abdurohman
"Apalagi yang masih kurang?" tanya Sumarsono.
"Tempat berteduh pak. Panas," ungkap beberapa ibu secara bersamaan.
"Nanti kita buat (tempat berteduh) tapi nanti kalau tanamannya udah gede-gede baru adem," katanya lagi.
Kepada awak media, Sumarsono menekankan, ramainya kunjungan dan perhatian mereka pada fasilitas RPTRA Kalijodo adalah tanda bahwa rakyat memiliki kesan positif.
"Kesan positif dari masyarakat terefleksi dari banyaknya kunjungan masyarakat yang tiap hari terus meningkat," ungkapnya.
Menurutnya, ramainya pengunjung menunjukkan bahwa masyarakat sesungguhnya sangat membutuhkan ruang publik.
"Itu bagus perkembangannya dari segi reaksi masyarakat. Ini bukti bahwa publik (masyarakat) butuh ruang publik," tutupnya.
Baca juga:
Hari Senin terjepit libur Nyepi, 3.325 PNS DKI bolos kerja
DKI Jakarta berniat beli bawang merah langsung dari petani Jateng
Pemprov DKI sudah turunkan 790 spanduk provokatif
Nestapa kehidupan warga di Kepulauan Seribu
Masih dikaji, DKI belum tentukan sikap soal aturan angkutan online
APBD DKI Jakarta 2018 diperkirakan tembus Rp 73 triliun