Disindir karangan bunga, Djarot bilang 'Perasaan tak bisa disetting'
Disindir karangan bunga, Djarot bilang 'Perasaan tak bisa disetting'. Djarot meyakini karangan bunga itu sebagai ungkapan isi hati dan perasaan warga serta pendukungnya di Pilkada DKI. Djarot menantang pihak-pihak yang menyebut bahwa banjir karangan bunga sebagai rekayasa untuk memberikan bukti nyata.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menepis tudingan terkait kabar ribuan karangan bunga yang memenuhi halaman Balai Kota sebagai sebuah skenario. Kabar yang beredar, karangan bunga itu dipesan oleh satu orang dan dikerjakan di satu toko bunga. Djarot balik menyindir pihak-pihak yang berspekulasi soal karangan bunga.
"Yang bilang seperti itu siapa? alasannya apa? Itu kan suudzon, settingan bagaimana? Silakan tanya sama yang ngirim apakah ada yang nyuruh untuk melakukan hal tersebut," tegas Djarot kepada wartawan di Balai Kota Jakarta pada Kamis (27/4).
Djarot meyakini karangan bunga itu sebagai ungkapan isi hati dan perasaan warga serta pendukungnya di Pilkada DKI. Karena itu tidak mungkin Djarot bisa mengatur perasaan dan hati warga dari sejumlah daerah untuk mengirimkan karangan bunga ke Balai Kota.
"Bagaimana bisa men-setting hatinya orang? Bagaimana bisa men-setting perasaan orang, bagaimana kamu bisa mensetting kebenaran dan nurani orang," cetus dia.
Djarot menantang pihak-pihak yang menyebut bahwa banjir karangan bunga sebagai rekayasa untuk memberikan bukti nyata. "Jadi marilah kita berpikir positif," ajak Djarot.
Baca juga:
Bunga tembus 2.700, Ahok tantang orang yang buat WhatsApp palsu
Sandiaga soal kiriman bunga buat Ahok: Dampak bagus buat pengrajin
Pengakuan pemesan, diimbau kirim karangan bunga untuk Ahok-Djarot
'Tak mungkin ribuan karangan bunga untuk Ahok digarap satu toko'
Politikus Golkar sebut Ahok pasti pilih kursi roda ketimbang bunga