LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Dirut Bantah Sopir Transjakarta Dinas Melebihi Jam Kerja

Dirut Transjakarta Muhammad Yana Aditya membantah para sopir Bus Transjakarta yang bekerja melebihi jam atau lebih delapan jam dalam sehari. Menurutnya, aturan tersebut tidak ada dalam SOP (Standar Operasional Prosedur).

2021-12-08 21:13:14
Kecelakaan TransJakarta
Advertisement

Dirut Transjakarta Muhammad Yana Aditya membantah para sopir Bus Transjakarta yang bekerja melebihi jam atau lebih delapan jam dalam sehari. Menurutnya, aturan tersebut tidak ada dalam SOP (Standar Operasional Prosedur).

"Tidak ada (yang kerja lebih delapan jam), SOP tidak ada," kata Yana saat kepada wartawan, di Kantor TransJakarta, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (8/12).

Bahkan, dia pun mengklaim berdasarkan pengakuan dari para operator mitra armada PT Transjakarta, tidak ada yang menerapkan kerja lebih dari delapan jam.

Advertisement

"Tidak ada, jadi teman-teman operator semua menyampaikan tidak ada," kata Yana.

Oleh sebab itu, Yana pun mengatakan, terkait isu yang beredar termasuk soal bekerja lebih dari jamnya, PT. Tranjakarta sedang mengevaluasi itu. Termasuk menunggu hasil audit dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait keselamatan kerja.

"Jadi gini, semua ini tentunya berdasarkan data. Bukan katanya, katanya. Kami ini sekarang sedang mengevaluasi semua. Apabila nanti KNKT sudah mengeluarkan rekomendasi mengeluarkan pedoman kita semua akan melaksanakan semua," ujarnya.

Advertisement

"Jadi sekarang kami bekerja cepat, KNKT dan operator barang kali besok ada pertemuan yang lain dari tim audit kita tunggu saja," tambahnya.

KNKT

Sebelumnya, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menilai ada faktor kelalaian manusia jadi dugaan penyebab kecelakaan bus Transjakarta dalam hampir sepekan terakhir. Soerjanto mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap jam kerja para pengemudi.

"Kita lihat memang (jam kerja) karena pengemudi itu tidak secure (aman) juga bagian dari masalah human factor. Mungkin dia agak sembrono jadinya," kata Soerjanto.

Selain soal jam kerja, Soerjanto mengaku ada pertanyaan soal divisi keselamatan. Menurut pernyataan Transjakarta, hal itu sudah dimili. Namun Soerjanto menyarankan, agar divisi tersebut dibentuk secara independen.

"Kita minta unit keselamatan itu independen. Nanti reportingnya langsung ke Dirut. Jadi dia mengawasi masalah operasi, maintenance, rekrutmen dan segala macam," ungkap Soerjanto.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.