LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Diperiksa, Ichsanuddin Noorsy dicecar pertemuan para tersangka makar

Diperiksa, Ichsanuddin Noorsy dicecar pertemuan para tersangka makar. Selama hampir 15 jam pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy menjalani pemeriksaan di Polda Metro jaya sebagai saksi atas dugaan makar. Noorsy dicecar penyidik sebanyak 22 pertanyaan.

2017-01-10 13:02:44
Aksi makar
Advertisement

Selama hampir 15 jam pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy menjalani pemeriksaan di Polda Metro jaya sebagai saksi atas dugaan makar. Noorsy dicecar penyidik sebanyak 22 pertanyaan.

"Ada 22 pertanyaan dan dituangkan dalam 28 halaman. Saya diperiksa dari pukul 10 pagi dan selesai jam 1 (dini hari) lewat," ujar Noorsy di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/1) dini hari.

Noorsy menjelaskan, dirinya dicecar dengan sejumlah pertanyaan terkait pertemuan-pertemuan yang melibatkan beberapa tersangka dugaan makar. Terkait acara di Rumah Amanah Rakyat pada 17 November dan di Universitas Bung Karno (UBK) pada 20 November 2016, serta keterlibatan Noorsy di aksi 212 di Monas, pada Jumat 2 Desember 2016 lalu.

"Berkaitan dengan sejumlah tersangka makar, saya ditanya hubungan saya dengan mereka," kata dia.

Dalam sejumlah pertemuan itu, lanjut Noorsy, dirinya aktif sebagai pembicara. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda membahas rencana makar dalam setiap pertemuan tersebut, namun lebih ke diskusi akademik.

"Saya menanggapi gerakan Rumah Amanat Rakyat dalam perspektif debat akademis, bukan debat politik praktis. Makanya kalau Anda lihat pada 17 November, ketika saya bicarakan rush money saya bawa data dan modal berpikir yang saya bagikan ke wartawan," ujar Noorsy.

Noorsy kemudian mengulas kembali bahaya isu rush money dalam pertemuan di UBK pada 20 November. Namun dia tidak mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir. Noorsy pun tak tahu apakah ada pembahasan rencana makar dalam pertemuan itu.

"Soal upaya menduduki DPR, saya tidak dengar pasti. Saya hanya bilang kalau upaya itu tidak muncul di 20 November. Karena saya datang telat dan pulang duluan, dan saya tidak dengar," pungkasnya.(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.