Dipecat, Camat Tamansari sebut keputusan Anies bernuansa politis
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memecar Camat Tamansari Jakarta Barat Firmanudin karena menyetujui pembongkaran bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bina. Firmanudin angkat bicara. Menurutnya, keputusan itu sangat politis.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memecar Camat Tamansari Jakarta Barat Firmanudin karena menyetujui pembongkaran bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bina. Firmanudin angkat bicara. Menurutnya, keputusan itu sangat politis.
"Memang pembongkaran PAUD tersebut karena tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan), semuanya (surat-surat izin) juga tidak ada, ini artinya (pemberhentian jabatan) kan sudah campur tangan politis," ujar Firmanudin di Jakarta, Jumat (19/10). Dilansir Antara.
Firmanudin merasa masih belum dicopot dari jabatan secara resmi. Namun masih dalam pemberhentian jabatan sementara sambil menunggu pemeriksaan.
Dia menegaskan, pembongkaran bangunan PAUD sesuai prosedur dan bukti-bukti pembongkaran sudah ada di tangan pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Tamansari.
"Di satpol PP besok ada bukti seperti apa, kan ada tim pemeriksa, ada investigasinya, nanti hasilnya ada," lanjut Firmanudin.
"Yang penting bagi saya adalah, saya bukan koruptor, saya bukan orang yang didzolimin, biarin saja lah," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan memberhentikan Camat Tamansari Jakarta Barat, Firmanudin, yang dianggapnya lalai dalam tugas terkait pembongkaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Tunas Bina Pinangsia saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan.
"Saya butuh pemimpin di tingkat wilayah yang bijaksana, sore itu juga sudah saya berhentiin," ujar Anies.
Baca juga:
Langgar aturan & tak bayar pajak, 60 papan reklame bakal dibongkar Anies
Anies tanggapi pesan Djarot jangan kelamaan menjomblo: Berkaca dulu sebelum komentar
Pemprov DKI tertibkan reklame yang melanggar aturan
Sandi bagi tugas dengan Prabowo: Di daerah saja saya dipanggil Pak Anies
Anies soal truk sampah DKI diadang Bekasi: Kita sudah cairkan Rp 194 M