Dinas SDA Bangun Embung Tegal Alur untuk Cegah Luapan Kali Semongol
Juaini menjelaskan, ketika embung Tegal Alur sudah rampung, maka ketika Kali Semongol meluap air akan masuk ke dalam embung terlebih dahulu. Tidak menggenang dan membuat banjir kawasan permukiman.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta membangun embung Tegal Alur di Kalideres, Jakarta Barat. Tujuan pembangunan tersebut untuk mengatasi genangan di kawasan Rusun Lokbin Tegal Alur karena hujan lokal dan rob.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengatakan dengan dibangunnya embung Tegal Alur diharapkan bisa menampung luapan air Kali Semongol.
"Permasalahannya terjadi genangan jika hujan di kawasan Rusun Lokbin Tegal Alur akibat meluapnya Kali Semongol dan pasang surut air laut maupun hujan lokal," ungkap Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini Yusuf pada keterangan resminya, Senin (26/10).
Juaini menjelaskan, dengan dibangunnya embung Tegal Alur sudah rampung, maka ketika Kali Semongol meluap air akan masuk ke dalam embung terlebih dahulu. Tidak menggenang dan membuat banjir kawasan permukiman.
Dia melanjutkan, embung Tegal Alur rencananya memiliki luas 2.410 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Kemudian, volume tampungan embung Tegal Alur diharapkan sebanyak 7.230 meter kubik air.
Embung Tegal Alur ini, lanjut Junaini, sudah dikerjakan sejak bulan September 2020 dan diharapkan rampung pada akhir tahun ini.
"Proses pekerjaannya mulai September dan ditargetkan Desember atau akhir tahun rampung," jelas Juaini.
Sebelumnya, pada 6 Oktober lalu, Kasudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari mengatakan bahwa embung tersebut dibangun di atas lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Rencananya, Embung Tegal Alur akan dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi. Yang mana, lanjut Purwanti, embung akan dibangun di belakang Rusun Lokbin Tegal Alur dengan luas sekitar 2.500 meter persegi dan pada 26 Oktober ini, yang terealisasikan adalah 2.410 meter persegi.
Untuk membangun embung tersebut, pihaknya mengerahkan satu alat berat. Dengan harapan bisa rampung pada akhir tahun ini.
Baca juga:
BPBD DKI Catat Genangan di 20 RT Sudah Surut Total
12 Jam Banjir Kiriman Rendam Permukiman di Kebon Pala
Air di Bendungan Katulampa Naik, 75 RT di Jakarta Terendam Banjir
Siang Ini, 86 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir
5 Rekomendasi Pansus Banjir DPRD DKI Usai Studi Banding ke Surabaya
Antisipasi Banjir, Anies Harap Camat dan Lurah Punya Alat Ukur Volume Air Hujan