Dinas pertamanan Jakbar keluhkan minimnya petugas
Jumlah petugas tak sebanding dengan beban pekerjaan mereka. Setiap kecamatan hanya ditempatkan lima orang.
Dengan jumlah pekerja yang dianggap minim, Suku Dinas Pertamanan Jakarta Barat mengaku kewalahan melakukan pemeliharaan dan penopingan pohon. Padahal, penopingan atau pemotongan dahan pohon yang dianggap telah rimbun diperlukan, apalagi jika memasuki musim penghujan.
"Idealnya, setiap kecamatan dibutuhkan lima orang petugas yang melaksanakan kedua pekerjaan itu," kata Kepala Seksi Jalur Hijau Sudin Pertamanan Jakarta Barat, Isdiantoro, di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (20/5).
Menurut Isdiantoro, dengan lima kecamatan yang ada di Jakarta Barat, Sudin Pertamanan Jakarta Barat hanya memiliki lima orang petugas. Itu pun hanya petugas outsourcing.
Isdiantoro menambahkan, dengan jumlah petugas yang sangat minim tersebut, pekerjaan memangkas pohon jadi terhambat. Dalam sehari kelima petugas itu hanya mampu mengerjakan empat hingga lima pohon.
Kondisi pohon yang lebat, jika tidak segera dilakukan penopingan, dianggap membahayakan. Penopingan diperlukan untuk menghindari adanya pohon tumbang.
"Apalagi melihat kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang. Penopingan pohon sangat diperlukan untuk menghindari adanya pohon yang tumbang," pungkasnya.(mdk/lia)