LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Dari Depan Pagar Rumah Sakit Darurat

Kisah mereka sunyi. Tertutup bunyi sirine ambulans yang hilir mudik ke Wisma Atlet. Mereka mengais rezeki, demi menghidupi keluarga.

2021-01-03 08:06:00
picture first
Advertisement

Sejak akhir Maret 2020, Hasnah (68) setia di sisi pagar Wisma Atlet Kemayoran. Gedung tinggi yang berada di kawasan Kemayoran itu sudah sembilan bulan beralih fungsi menjadi Rumah Sakit Darurat (RSD) penanganan pasien Covid-19.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Advertisement

Saban hari Hasnah menjajakan kudapan ringan untuk mereka yang berada di dalam Wisma Atlet. Baik tenaga medis maupun pasien. Transaksi terjadi di sela pagar besi Wisma Atlet.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Berbekal masker di wajah, Hasnah membuang jauh rasa khawatirnya. Seolah tak ada lagi ketakutan bakal tertular Covid-19. Mengingat kawasan Wisma Atlet sesungguhnya merupakan zona merah.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Seperti kebanyakan orang, Hasnah lebih takut tidak bisa makan sehari-hari. Karena itu dia memberanikan diri. Bukan bermaksud bertaruh nyawa. Meski sudah lansia, dia memilih tetap bekerja.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

"Tidak takut Nak, daripada tidak ada uang untuk makan. Lumayanlah dapat untung Rp5.000 dari hasil menjual kerupuk", ungkap Hasnah.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Hasnah tidak sendirian. Banyak orang mengais rezeki dari luar pagar Wisma Atlet. Sekadar untuk menyambung hidup dari berjualan ala kadarnya.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Kebanyakan dari mereka merupakan pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan wisata Ancol. Karena tempat wisata sepi pengunjung, mereka berpindah. Mencari ladang baru.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Elsa (29) salah satunya. Dia menjajakan kopi. Terkadang, mereka menawarkan jasa. Membelikan makanan pesanan pasien.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

"Selepas Magrib biasanya ada pasien yang minta dibelikan makanan seperti nasi padang atau martabak," jelas Elsa.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Jika beruntung, dalam satu hari mereka bisa mengantongi uang Rp500.000. Namun jika sepi, tak lebih dari Rp200.000.

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Kisah mereka sunyi. Tertutup bunyi sirine ambulans yang hilir mudik ke Wisma Atlet. Mereka mengais rezeki, demi menghidupi keluarga.

Baca juga:
2 Januari 2020: Pasien Covid-19 Rawat Inap di RSD Wisma Atlet Turun Jadi 3.403
Update 3 Januari: 4.083 Pasien Covid-19 Isolasi di Wisma Atlet
Positif Covid-19 di Sumsel Melonjak, Wisma Atlet Jakabaring akan Dijadikan RS Darurat
Sehari Jelang Pernikahan, Calon Mempelai Perempuan Positif Covid-19
Polisi Tetapkan Pasien Penyebar Chat Mesum Sesama Jenis di Wisma Atlet Tersangka

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.