LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Dalami Kasus Pembobolan Bank DKI, Polisi Minta Keterangan Sejumlah Saksi

Soal jumlah saksi yang diperiksa, Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot, mengaku belum tahu. "Nanti coba ditanyakan ke pak ditkrimsus. laporannya sedang diklarifikasi. sudah diperiksa beberapa orang," sambungnya.

2019-11-21 15:00:40
Pembobolan ATM
Advertisement

Belasan anggota Satpol PP DKI Jakarta kedapatan melakukan pembobolan ATM Bersama mencapai miliar Rupiah. Saat beraksi, mereka menggunakan ATM Bank DKI.

Kasus itu masih dikembangkan penyidik Polda Metro Jaya di Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus).

"Terkait dengan pembobolan ATM, Ditkrimsus masih tahap langkah-langkah penyelidikan," ucap Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Advertisement

Sejumlah saksi sedang dimintai keterangan. Bukan tak mungkin, katanya, jika ditemukan bukti baru kasus tersebut akan ditingkatkan ke tahan penyidikan.

"Meminta keterangan dari saksi-saksi apakah nanti akan kita tingkatkan ke penyidikan atau tidak tunggu waktu ya," kata Gatot.

Soal jumlah saksi yang diperiksa, dia mengaku belum tahu. "Nanti coba ditanyakan ke pak ditkrimsus. laporannya sedang diklarifikasi. sudah diperiksa beberapa orang," sambungnya.

Advertisement

Sebelumnya, Petugas Satpol PP di Jakarta Barat berinisial MO diperiksa Polda Metro Jaya karena diduga terlibat kasus pencucian uang melalui Bank DKI sebesar Rp32 miliar. Diduga, MO melakukan aksi tersebut tidak seorang diri, namun bersama dengan beberapa rekannya yang lain.

Dikabarkan bahwa telah terjadi pengambilan uang dalam jumlah tak wajar oleh beberapa orang oknum petugas Satpol PP melalui mesin ATM Bersama dengan media kartu ATM Bank DKI. Namun ketika uang diambil oleh pelaku yang memiliki rekening Bank DKI, saldo dalam tabungannya tidak berkurang sama sekali sehingga tindakan ini kembali diulang oleh para pelaku.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan berdasarkan pengakuan dari oknum anggotanya yang diduga membobol Bank DKI, bahwa mereka sudah melakukan tindakannya sejak Mei, hingga menimbulkan kerugian sebesar Rp32 miliar.

"Ini menurut pengakuan mereka sudah lama. Bukan dalam sekali ambil sebesar itu, tidak. Ada yang bilang sejak Mei 2019, lanjut sampai Agustus," kata Arifin saat dihubungi di Jakarta, Senin (19/11).

Baca juga:
Diduga Bobol ATM Sampai Miliaran, 12 Anggota Satpol PP Dipecat
Imigrasi Ngurah Rai Akui Lalai atas Kaburnya Buronan Skimming AS Rp7 T
Kasatpol PP DKI Bebastugaskan 12 Anggota yang Diduga Bobol Mesin ATM
Diduga Bobol Uang di ATM, 12 Anggota Satpol PP DKI Dipecat
Anies Minta Satpol PP yang Terlibat Pembobolan Bank DKI Rp32 M Dibebastugaskan
Petugas Satpol PP Jakbar Diduga Bobol Bank DKI Rp32 Miliar
Pelaku Skimming di Bali Kebanyakan Diotaki Warga Bulgaria dan Rumania

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.