LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Curhat pedagang Blok G tak diperhatikan Anies, kesal PKL diberi tenda

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menata pedagang kaki lima Tanah Abang yang biasa berjualan di trotoar dengan membuatkan tenda di Jalan Jati Baru. Ratusan pedagang itu diberikan lapak beserta tenda. Rupanya, hal itu memicu reaksi keras pedagang Blok G yang tidak jauh dari lokasi.

2017-12-25 11:48:46
PKL Tanah Abang
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menata pedagang kaki lima Tanah Abang yang biasa berjualan di trotoar dengan membuatkan tenda di Jalan Jati Baru. Ratusan pedagang itu diberikan lapak beserta tenda. Rupanya, hal itu memicu reaksi keras pedagang Blok G yang tidak jauh dari lokasi.

Dewi (36), pedagang pakaian anak-anak di lantai 2 Blok G itu mengaku sedikit kesal dengan program mantan menteri pendidikan itu. Dia menuding Anies lebih peduli PKL daripada masalah Blok G yang kian sepi tak dilirik pembeli. Sementara omzet pedagang Blok G terus merosot sejak ditinggal Joko Widodo menjadi Presiden.

"Malah kaki limanya yang didukung, ada mobil, pakai tenda. Blok G tambah sepi, iya pengaruh juga," ujar dia saat ditemui, Senin (25/12).

Advertisement

Menurut Dewi, banyak pula pedagang Blok G yang berusaha mendaftar untuk mendapatkan tenda kaki lima. Beberapa pedagang kios di bagian belakang Blok G, mulai berbondong-bondong pindah turun ke jalanan. Meski begitu, dia sendiri enggan untuk berjualan sebagai PKL.

"Banyak pengaruh ya ada tenda. Orang belakang udah banyak yang pindah ke tenda, terus ada yang mau pindah lagi," ucap dia.

Advertisement

Pasar Blok G Tanah Abang ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Sementara itu, Musafa (50), pedagang pakaian di Blok G juga mengaku terus mengalami penurunan omzet sejak adanya tenda PKL. Dia sendiri mengaku mempunyai lapak di trotoar untuk menghidupi pemasukannya. Namun, dirinya tidak terdata sebagai PKL yang layak untuk mendapatkan lapak.

Dia yang sudah lama berjualan, tidak didata lantaran pedagang yang dipindahkan adalah mereka yang biasa berjualan di dekat Stasiun. Serta bagi mereka yang memiliki KTP DKI.

"Banyakan pedagang-pedagang baru yang dipindah ke tenda yang dekat stasiun. Warga-warga didata untuk pindah, saya yang jual di luar depan aja enggak dikasih jual di tenda," tukas dia.

Pantauan merdeka.com di Blok G, kios-kios di lantai tiga telah kosong. Tidak ada satupun orang yang berdagang ataupun berlalu lalang. Sementara hanya sedikit pembeli yang menelusuri kios pakaian di sana. Kalau dihitung, dari pukul 10 sampai pukul 11, hanya sekitar 20 calon pembeli saja.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.