Covid-19 Tembus 1.899 Kasus Sehari, Dinkes DKI Sebut RS BUMN Telat Lapor
Dwi menyebut, sebanyak 703 kasus baru dilaporkan oleh satu laboratorium rumah sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi. Kementerian Kesehatan mencatat per Sabtu (19/12) terdapat penambahan 7.751 kasus.
Dari jumlah kasus yang dilaporkan, DKI Jakarta menyumbang kontribusi tertinggi, yaitu 1.899 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan, jumlah kasus yang dilaporkan Pemprov hari ini merupakan akumulasi dari hari sebelumnya.
Dwi menyebut, sebanyak 703 kasus baru dilaporkan oleh satu laboratorium rumah sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Sebanyak 13.582 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.196 positif dan 12.386 negatif. Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.899 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 703 kasus dari 1 laboratorium Rumah Sakit BUMN, 7 hari terakhir yang baru dilaporkan," ujar Dwi, Sabtu (19/12).
Kendati demikian, Dwi menegaskan, Pemprov DKI telah melakukan tes PCR sebanyak 15.984 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 179.995. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 95.604 orang.
Berapa Kasus Aktif?
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 772 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 13.385 kasus.
"Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 161.519 kasus."
Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 145.066 dengan tingkat kesembuhan 89,8 persen dan total 3.068 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,9 persen.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,8 persen.
(mdk/rnd)